Parkstay Rumah Kos Pertama di Indonesia dengan Fasilitas Terpadu

Di tengah dinamika ekonomi global yang menantang di awal tahun 2026, sektor properti masih menunjukkan taji sebagai instrumen investasi yang aman. Menjawab kebutuhan investor akan aset yang stabil dan produktif, Park Sunrise resmi memperkenalkan Parkstay, sebuah inovasi hunian coliving (Rumah Kos) pertama di Indonesia dengan fasilitas terpadu lengkap.

Setelah sukses besar pada tahun 2024 dengan rekor penjualan 400 unit dalam 5 jam, Park Sunrise kini meluncurkan tahap ke-3 yang mengusung konsep revolusioner.

“Parkstay hadir bukan sekadar rumah kos biasa, melainkan sebuah ekosistem hunian modern yang mengintegrasikan fasilitas publik seluas 3.000 m² tepat di depan unit,” kata Johan Prajitno selaku project director Minggu (25/01/26.

Baca Juga:  Harga Cabai Naik Jadi Faktor Utama Inflasi di Jatim

Solusi Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Sementara Marketing Director Parkstay, Henry Tjiadi, menegaskan bahwa Parkstay dirancang sebagai jawaban atas keresahan investor terhadap properti konvensional yang mulai jenuh.

“Investor tidak perlu lagi pusing bersaing dengan kos-kosan lama. Kami menghadirkan konsep coliving modern di mana fasilitas seluas 3.000 m² tersedia tepat di depan mata. Ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi gaya hidup yang sangat diminati pasar milenial dan Gen Z saat ini,” ujar Henry.

Fasilitas Unggulan dan Potensi Keuntungan Ganda
Setiap unit Parkstay terdiri dari 8 hingga 11 kamar. Kembali Johan Prajitno, menjelaskan bahwa daya tarik utama proyek ini adalah fasilitas luar ruang yang komprehensif, mulai dari lapangan basket 3 on 3, callisthenic parkwater promenade, hingga creative space berkapasitas 100 orang.

Baca Juga:  Pelindo Luncurkan Pelindo Creative Hub

Keunggulan Parkstay dibandingkan produk properti lainnya antara lain:

• Aksesibilitas & Capital Gain: Berlokasi tepat di area yang akan menjadi 0 jalan OERR (Outer East Ring Road). Selain mendapatkan Return on Investment (ROI) tahunan yang diprediksi mencapai 10%, investor juga akan menikmati kenaikan harga tanah (capital gain) yang signifikan saat jalan tol/OERR tersebut rampung.

• Lahan Parkir Masif: Menjawab masalah klasik rumah kos, Parkstay menyediakan rasio parkir 1:1, dengan kapasitas 100 mobil dan 200 motor di lahan seluas 3.000 m².

• Efisiensi Biaya: Henry menekankan bahwa biaya awal untuk memiliki unit di Parkstay jauh lebih rendah dibandingkan membeli rukos secondary yang fasilitasnya sudah tertinggal.

Baca Juga:  KPPU Sosialisasi UU di Industri Morowali, Stop Monopoli

Market Insight 2026: Krisis Supply Kos Baru
Dalam kesempatan yang sama, Emmya Garcia Tarigan dari Mamikos hadir memberikan data market insight tahun 2026. Ia menyoroti bahwa Surabaya saat ini tengah mengalami krisis pasokan (supply) kos-kosan baru yang berkualitas. Kehadiran Parkstay dianggap sangat relevan dengan kebutuhan pasar yang menginginkan hunian aman dan nyaman dengan fasilitas setara apartemen namun tetap memiliki sentuhan komunitas.

Bagi investor pemula maupun senior yang mencari instrumen “safe haven” di tahun 2026, Parkstay menawarkan kombinasi langka antara kenyamanan penghuni dan keamanan finansial bagi pemiliknya.

Editor: Lilicya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *