TNI AL Berduka, 23 Prajurit Tertimbun Longsor Cisarua

TNI Angkatan Laut (TNI AL) menyatakan duka mendalam atas gugurnya 23 Prajurit Jalasena dari Korps Marinir dalam bencana alam tanah longsor yang terjadi saat pelaksanaan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Bandung Barat.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. 

TNI AL menyatakan bencana longsor di Cisarua dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah di lokasi latihan.

Baca Juga:  Korban Meninggal Bencana Sumatra Tembus 1.177 Orang

“Hingga hari ini,  tim SAR gabungan dan para prajurit TNI AL yang berada di lokasi telah berhasil mengevakuasi 5 jenazah prajurit, sementara upaya pencarian terhadap 18 prajurit lainnya terus dilakukan secara maksimal,” ujar Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1).

Adapun 5 prajurit yang telah berhasil dievakuasi yaitu Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, Pratu Marinir Febry Bramantio.

Baca Juga:  23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor Cisarua, 4 Ditemukan Meninggal

Saat ini kelima jenazah prajurit tersebut telah diantar ke daerah asalnya masing-masing untuk diserahkan kepada pihak keluarga serta dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan dari negara kepada para prajurit atas pengorbanannya.

Hingga hari ini, TNI AL telah menerjunkan sedikitnya 200 personel Marinir TNI AL untuk bergabung dengan institusi dan Lembaga terkait lainnya guna mempercepat proses evakuasi. Operasi pencarian ini didukung sejumlah alat dan kelengkapan, termasuk penggunaan drone, sensor thermal, unit anjing pelacak, hingga penggunaan alat berat guna menyisir area material longsor.

Baca Juga:  Ribuan Warga Jakarta Ngungsi Imbas Banjir tak Surut

“Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur dalam latihan ini merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi prajurit Jalasena demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pengabdian mereka akan selalu terukir dalam sejarah TNI Angkatan Laut,” tegasnya.

Editor: William

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *