Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar ajang pameran teknologi dan kreativitas pada Rabu (4/2). Seluruh siswa kelas 5 memamerkan hasil kerja keras mereka dalam Pameran Tugas Akhir (TA), sebuah program tahunan yang dirancang layaknya skripsi mahasiswa tingkat akhir.
Humas Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan puncak dari rangkaian panjang yang dimulai sejak semester satu. “Program TA ini sudah masuk ke dalam kurikulum kami. Tujuannya satu: memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan ide sesuai minat dan bakat dengan pendampingan guru,” ujarnya dalam siaran pers.

Ada enam kategori inovasi yang dipamerkan. Sebanyak 12 kelompok siswa terbagi ke dalam enam kategori utama yakni Science and Technology yang Menampilkan kincir angin, kincir air, dan cikra (pengki) otomatis. Kemudian Nutrisi, menampilkan inovasi kuliner sehat berupa Sayur Bandeng dan Sawi Udang. Rancang Bangun yang menghadirkan miniatur infrastruktur kokoh seperti Jembatan Kreatif dan Jembatan Garuda Nusantara yang mampu menahan beban setelah melalui berbagai uji coba. Selanjutnya kategori lingkungan yang menghadirkan solusi limbah melalui Beridaking (briket daun kering) dan Kosmik (kompos organik). Dan terakhir Sosial, yakni edia pembelajaran English Card Game dan Boneka Hagmi, boneka khusus yang dirancang untuk meredakan tantrum pada anak berkebutuhan khusus.
Sebelum mencapai sesi pameran, para siswa telah melewati tahapan krusial mulai dari pengajuan judul, penyusunan proposal, hingga ujian produk. Puncaknya, pada 3 Februari 2026, mereka menghadapi tiga panelis penguji di Aula Fakultas Psikologi Universitas Airlangga untuk mempertahankan karya mereka.
Penerapan konsep Edutainment dan pendidikan humanis di sekolah ini terbukti mampu memicu keberanian siswa dalam bereksperimen. Produk-produk yang dipamerkan hari ini tidak hanya sekadar pajangan, tetapi merupakan hasil riset mandiri siswa yang dibimbing secara purna oleh dewan guru.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar terbaik. Di sini, siswa kelas 5 sudah belajar bagaimana menyusun ide hingga menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Agus.
Editor: Lilicya


