Cak Imin Tegaskan Pers Jangan Hanya Andalkan AI Saja

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan pers tidak boleh semata atau bertumpu pada kecepatan dan akal imitasi atau kecerdasan buatan (Artifiicial Intelligence/AI).

Cak Imin menilai apabila hal tersebut dilakukan tanpa basis kualitas, pers berisiko kehilangan maknanya.

“Pers yang tidak berbasis pada kualitas dan mutu yang hanya mengandalkan kecepatan dan kecanggihan AI akan kehilangan maknanya,” ucap Cak Imin dalam sambutannya di acara Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2026, melalui siaran youtube Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Senin (9/2).

Baca Juga:  Jusuf Kalla Sebut Board of Peace Ujungnya Harus Pengakuan Palestina

Kehadiran Cak Imin di HPN 2026 mewakili Presiden RI Prabowo Subianto yang berhalangan hadir karena agenda bersamaan.

Dalam sambutannya yang mewakili Prabowo itu, Cak Imin menekankan jurnalisme yang kehilangan sentuhan manusia berisiko menjauh dari publik.

Menurut dia, tanpa empati, verifikasi, dan etika, praktik jurnalistik justru dapat melahirkan informasi keliru hingga berita bersifat halusinatif.

“Tanpa sentuhan manusia, jurnalisme berisiko kehilangan empati. Tanpa verifikasi dan etika, ia hanya dapat melahirkan berita-berita halusinasi dan tanpa keberpihakan pada kebenaran, ia akan menjauh dari publiknya sendiri,” sambungnya.

Baca Juga:  Wujudkan Swasembada Energi, Prabowo Lantik Anggota DEN

Ia menambahkan, pers yang tidak berpihak pada kebenaran akan kehilangan relevansinya di tengah masyarakat.

Sebab itu, Cak Imin menegaskan pentingnya peran pers yang berorientasi pada manusia di tengah derasnya arus berkembangnya teknologi.

“Di sinilah peran krusial pers yang human centered menjadi amatlah sangat penting. Rakyat tidak hanya membutuhkan informasi yang cepat, tetapi rakyat membutuhkan informasi akurat, jujur, dan membawa arah kebaikan,” tegas Cak Imin.

Baca Juga:  Khofifah Perkuat Pembangunan Gizi Masyarakat

Editor: Lilicya