PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan cadangan aman selama Lebaran 2026.
Kemas Abdul Gaffur Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jatim menyebut, seperti Idulfitri sebelum-sebelumnya, kebutuhan listrik menurun dibandingkan hari normal.
“Sekarang ini naik tapi pas lebaran dia akan turun. Yang pasti suplai dari pembangkit kita dan kesiapan dari transmisi kita ini tidak akan cukup aman untuk menyiapkan reserve margin, menyiapkan cadangan, cadangan daya,” paparnya Rabu (11/3).
Dari kemampuan pembangkit keseluruhan 9.000 MW, kebutuhan listrik saat ini diperkirakan mencapai 5.000 MW, dengan cadangan masih 4.000 MW.
“Dan dia akan turun di bulan-bulan menjelang di Idulfitri,” paparnya.
Sementara saat Lebaran, kebutuhan listrik akan menurun menjadi sekitar 4.800 MW, 22 persen lebih rendah dibandingkan beban penggunaan hari biasa.
Selain itu Kemas memastikan kesiapan PLN selama masa libur Lebaran 14-29 Maret 2026, menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Timur.
Terutama di lokasi strategis tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal, rumah sakit, dengan suplai listrik berlapis.
“Jadi kalau Posko siaga kita di Jawa Timur ini ada sekitar 562 dengan total personelnya itu sekitar 5.524,” ungkapnya.
Sejumlah sarana prasarana pendukung disiapkan berupa SPKLU 297 titik, dengan 92 genset UPS, sekitar 62 gardu bergerak, sekitar 234 truk crane, dan lain-lain.
Editor: William


