IPeKB Kerahkan 1.500 Penyuluh Atasi Stunting

Ketua Umum DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Jawa Timur, Senja Susanti, menyampaikan bahwa sekitar 1.500 penyuluh KB yang tersebar di 38 kabupaten/kota terus berperan aktif mendukung implementasi program prioritas Kemendukbangga/BKKBN.

“Peran utama penyuluh KB adalah memberikan KIE kepada masyarakat terkait keberlanjutan program quick wins Kemendukbangga serta mendukung pendistribusian MBG 3B di Jawa Timur,” ujarnya saat menghadiri forum strategis bertajuk “Peningkatan Sinergitas dan Pembinaan Pegawai serta Dukungan Aktif Mitra Kerja Strategis Tahun 2026” di Surabaya, Senin (30/3).

Baca Juga:  Unesa Gelar Program Mengaji Al-Qur'an Isyarat Selama Ramadan 1447 H

Ia menjelaskan bahwa para penyuluh KB bekerja bersama Tim Pendamping Keluarga yang terdiri atas kader KB, kader PKK, dan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi gizi, pendampingan tumbuh kembang anak, serta penyuluhan kepada kelompok sasaran ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta non-PAUD. Pendampingan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan minimal 10 sasaran keluarga per tim pendamping.

“Melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi ini, masyarakat semakin memahami pentingnya Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, serta pola konsumsi makanan sehat yang mendukung tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Kualitas Ibadah Ramadan, SMP Al Muslim Gelar Malam Cahaya Al-Qur’an

Senja menambahkan, berdasarkan capaian terbaru, angka prevalensi stunting di Jawa Timur telah berada di bawah standar nasional, yakni sekitar 14,7 persen. Meski demikian, percepatan penurunan stunting tetap menjadi prioritas melalui penguatan distribusi MBG 3B sesuai ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 115.

Ke depan, pihaknya berharap seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur dapat mengoptimalkan peran SPPG sehingga minimal 10 persen sasaran distribusi MBG 3B dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah.

Baca Juga:  LPTNU Award 2026 di Unusa, Beri Penghargaan Ilmuwan

“Sinkronisasi peran kader Tim Pendamping Keluarga sebagai pelaksana distribusi MBG 3B menjadi kunci agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Editor: William