Buntut Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Desak Prabowo Keluar BoP

JAKARTA – DPR kembali mendesak pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto soal opsi untuk keluar Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump usai insiden tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) tewas di Lebanon.

Tiga prajurit TNI yang berada dalam UNIFIL itu diduga akibat serangan Israel ke kawasan pos hingga konvoi pasukan itu di Lebanon. Selain tiga prajurit tewas, ada pula prajurit TNI yang mengalami luka-luka.

Baca Juga:  Usai Salat Id, Prabowo Bagikan Sembako ke Warga Aceh

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin mengaku pesimistis dengan sikap Israel, yang seperti tak patuh pada resolusi PBB. Dia pun mengaku khawatir insiden di Lebanon kembali berulang pada BoP.

“Jadi saya bayangkan kalau dia di bawah BOP yang dipimpin oleh Presiden Amerika Donald Trump seperti apa dia. Sehingga ini akan mubazir kalau kita berada di wilayah BOP begitu,” kata Hasanuddin di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (1/4).

Baca Juga:  Pemerintah Pastikan BBM Tak Naik 1 April, Stok Aman

Oleh karena itu, menurut dia, opsi untuk keluar BoP harus betul-betul dipertimbangkan. Hasanuddin menilai insiden tiga prajurit TNI tewas diduga oleh Israel membuat BoP hanya akan sia-sia.

“Jadi sehingga menurut hemat saya ya dipertimbangkan saja berulang kali dulu apa manfaatnya ada di BOP dan kemungkinan-kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki,” ujarnya.

“Jangankan di BOP, dia seenak perutnya saja. Ya sekarang di bawah PBB saja dia sudah tidak taat. Daripada kita repot nanti,” imbuh Hasanuddin.

Baca Juga:  Bambang Haryo Susun Strategi Gerindra Menang di Pemilu 2029

Editor: William