SURABAYA – SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Strategi Implementasi Kurikulum Koding dan AI di SMP Sesuai Kesiapan dan Karakter Sekolah” di MAS Mansyur Hall, Surabaya, Kamis (2/5). Acara ini diikuti sekitar 100 perwakilan SMP negeri dan swasta dari wilayah Surabaya dan sekitarnya.
Seminar ini menghadirkan Rektor Universitas Siber Muhammadiyah, Dr. Ir. Bambang Riyanta, S.T., M.T., sebagai pembicara utama. Dalam paparannya, Dr. Bambang menekankan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pemrograman (coding) sangat krusial untuk menghadapi tantangan digital masa depan.
“Implementasi kurikulum koding dan AI tidak bisa disamaratakan. Setiap sekolah harus menyesuaikan dengan kesiapan infrastruktur serta karakter khas masing-masing institusi,” ujar Dr. Bambang di hadapan para peserta.
Kepala Smamda Surabaya, Ustaz Muklasin, menjelaskan bahwa agenda ini bertujuan untuk mematangkan pemahaman para pendidik mengenai teknologi. Menurutnya, guru harus memiliki pengetahuan yang lebih maju dibandingkan siswa agar dapat memanfaatkan teknologi sebagai kekuatan dalam pembelajaran.
“Kita tidak bisa memungkiri bahwa seluruh anak, baik SD, SMP, maupun SMA, sudah menggunakan teknologi itu. Guru harus tahu lebih dulu dan memahami cara memanfaatkannya untuk percepatan pembelajaran, bukan menganggapnya sebagai penghambat,” kata Muklasin.
Lebih lanjut, Muklasin menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi Smamda dengan sekolah-sekolah mitra di Surabaya dan sekitarnya, termasuk wilayah Waru. Ia berharap melalui sinergi ini, kemajuan pendidikan berbasis teknologi dapat dirasakan secara bersama-sama.
Sebagai langkah konkret, Smamda Surabaya telah bekerja sama dengan lembaga penyedia AI untuk memberikan pelatihan intensif bagi para guru.
“Insya Allah mulai Mei ini akan ada pelatihan-pelatihan guru. Targetnya, pada bulan Juli mendatang, para guru sudah siap dan matang dalam mengaplikasikan teknologi tersebut dalam proses belajar mengajar,” pungkasnya.
Editor: William


