SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi favorit di Indonesia. Pada seleksi jalur Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, kampus berjuluk “Rumah Para Juara” ini berhasil menempati peringkat kedua nasional sebagai PTN akademik dengan jumlah peminat terbanyak, yakni mencapai 53.237 pendaftar.
Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyatakan bahwa lonjakan animo ini merupakan buah dari peningkatan kualitas pembelajaran yang konsisten dan kepercayaan publik yang terus tumbuh. Strategi promosi yang masif juga diakui menjadi faktor kunci di balik kesuksesan tersebut.
“Peningkatan pembelajaran yang kami lakukan berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat. Hal ini diperkuat dengan berbagai program promosi daring maupun luring, mulai dari kunjungan ke sekolah hingga roadshow ke daerah-daerah,” ujar pria yang akrab disapa Cak Hasan tersebut di Surabaya, Jumat 3/4).
Sejumlah program inovatif dijalankan Unesa untuk menjangkau calon mahasiswa, di antaranya “Tanya-Tanya Unesa” (TTU) sebagai sesi mentoring siswa, serta “Unesa Day” yang menjadi ajang pameran seluruh fakultas. Selain itu, Unesa aktif mengikuti berbagai edufair melalui “Unesa Expo” hingga pelosok daerah, serta memanfaatkan platform digital lewat “Unesa Virtual Campus Expo” (UVCE).
Selain faktor promosi, daya tarik Unesa juga didorong oleh dukungan fasilitas dan kesejahteraan mahasiswa. Unesa menyediakan kelas internasional, berbagai jenis beasiswa seperti KIP-Kuliah, hingga beasiswa khusus bidang keagamaan, olahraga, dan seni.
Cak Hasan juga menekankan pentingnya transparansi data dalam menarik minat pendaftar. Unesa secara terbuka menyediakan data nilai tahun-tahun sebelumnya agar calon mahasiswa dapat mengukur peluang secara rasional.
“Keterbukaan ini membuat calon mahasiswa tidak perlu menerka-nerka. Mereka bisa menghitung peluangnya dan mengenal Unesa lebih dekat,” tambahnya.
Capaian di SNBP 2026 ini mempertegas posisi Unesa sebagai PTN unggulan yang mampu mengombinasikan kualitas akademik dengan keterbukaan informasi bagi publik secara luas.
Editor: William


