MALANG – Pemerintah Kota Malang bersama Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menggelar kegiatan Santunan dan Field Trip Muharram 1448 Hijriah bagi puluhan anak yatim dan penyandang disabilitas pada Minggu (5/7).
Sebanyak 65 anak yatim, termasuk penyandang disabilitas tunanetra, mengikuti perjalanan edukatif ke sejumlah lokasi bersejarah dan fasilitas publik di Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung sekaligus menanamkan nilai pendidikan dan kepedulian sosial di momen Tahun Baru Islam.
Rombongan memulai perjalanan dari Pendopo Wali Kota Malang dan mengunjungi Balai Kota Malang. Dimana anak-anak mempelajari sejarah gedung pemerintahan dan melihat ruang kerja Wali Kota. Kemudian ke markas Dinas Pemadam Kebakaran. Anak anak peserta mengenal alat pemadam dan mengikuti simulasi penanganan kebakaran.
Selannutnya ke Kawasan Heritage Kayutangan. Anak-anak belajar tentang sejarah kota, pelestarian bangunan tua, dan potensi pariwisata. Dan terakhir ke Makam Mbah Bungkuk Singosari.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. H. Wahyu Hidayat, M.M., meminta para peserta menjadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus belajar. “Diharapkan kegiatan ini dapat mencetak generasi yang berwawasan luas dan percaya diri,” ujarnya.
Pembina PDUF MUI Jawa Timur, KH Sodiq, menjelaskan bahwa metode belajar di lapangan ini sengaja dipilih agar materi sejarah dan budaya lebih mudah diingat oleh anak-anak.
Ketua PDUF MUI Jawa Timur, KH Miftah Jauhari, menyatakan bahwa program filantropi ke depan harus bergeser dari sekadar santunan sesaat menjadi pemberdayaan berkelanjutan.
“PDUF MUI Jatim menjajaki kolaborasi lebih luas dengan Pemkot Malang, termasuk peluang pemanfaatan perdagangan karbon (carbon trading) berbasis hutan lindung untuk kesejahteraan masyarakat,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Departemen III Corporate Relations PDUF MUI Jatim, M. Syafii, menegaskan bahwa indikator utama keberhasilan acara ini adalah tumbuhnya rasa ingin tahu dan kepercayaan diri pada anak-anak demi menyongsong masa depan.
“Pengalaman belajar seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. Inilah semangat filantropi yang ingin terus kami bangun melalui kolaborasi yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Teks: Agil
Editor: William


