Kemensos dan Unesa Perkuat Kualitas Sekolah Rakyat, Fokus ke Kurikulum hingga Perlindungan Anak

SURABAYA – Setelah berjalan di berbagai daerah, program Sekolah Rakyat kini memasuki tahap penguatan kualitas layanan pendidikan. Kurikulum, kompetensi guru, sistem pengasuhan, hingga perlindungan anak menjadi fokus agar program strategis pemerintah tersebut memberi manfaat berkelanjutan bagi peserta didik.

Hal itu menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, Surabaya, Jumat (31/7/2026). Kedua pihak membahas implementasi pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta pemanfaatan hasil kajian akademik sebagai dasar penyempurnaan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

Sekretaris Jenderal Kemensos RI Robben Riko menegaskan kerja sama dengan perguruan tinggi harus menghasilkan perubahan nyata.

Baca Juga:  Unusa Bekali 197 Mahasiswa PPG Kompetensi Pembina Pramuka

“Kami ingin kerja sama ini benar-benar menghasilkan dampak. Jangan hanya berhenti pada tanda tangan perjanjian, tetapi harus ada pelaksanaan yang jelas, termasuk pelatihan, pendampingan, dan evaluasi,” ujarnya.

Menurut Robben, Sekolah Rakyat membutuhkan dukungan berbagai pihak agar kualitas pembelajaran terus meningkat seiring perluasan akses pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran penting memperkuat kapasitas guru, menyempurnakan kurikulum, serta menghadirkan rekomendasi berbasis riset yang dapat diterapkan di lapangan.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa Martadi mengatakan, Unesa sejak awal mendukung Sekolah Rakyat sebagai upaya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Kampus mengerahkan dosen lintas disiplin, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), hingga tim pendidikan inklusif untuk pengembangan program.

Baca Juga:  KKN UNAIR Sasar Kemiskinan di Ngawi

“Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah sehingga perlu dikawal bersama. Unesa sejak awal mendukung penuh pelaksanaannya, termasuk memastikan program ini memberikan manfaat bagi masyarakat untuk mengentas kemiskinan ekstrem melalui pendidikan,” tandasnya.

Selain dukungan SDM, Unesa juga memaparkan hasil kajian implementasi Sekolah Rakyat. Kajian menunjukkan integrasi pendidikan karakter telah berjalan baik, namun sejumlah aspek masih perlu diperkuat agar penyelenggaraan lebih adaptif dan berkelanjutan.

Direktur Unesa Smart Sustainability Campus (USSC) Pradini Puspitaningayu menjelaskan, rekomendasi kajian meliputi penguatan kurikulum yang lebih kontekstual, penerapan sistem multi-entry multi-exit, pengelolaan kehidupan asrama, perlindungan anak, dukungan kesehatan mental peserta didik, hingga sistem penjaminan mutu.

Baca Juga:  Unusa Terima Angkatan Pertama 10 Mahasiswa PPDS Paru dan Obstetri-Ginekologi

“Sekolah Rakyat membutuhkan penguatan aspek kurikulum yang adaptif sesuai konteks sosial peserta didik. Penguatan sistem penjaminan mutu, pelatihan sumber daya manusia, dan mekanisme perlindungan anak menjadi bagian penting dalam pengembangan ke depan,” jelasnya.

Pertemuan Kemensos dan Unesa menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan perluasan akses, tetapi juga kualitas ekosistem pembelajarannya. Melalui sinergi tersebut, Sekolah Rakyat diharapkan menjangkau lebih banyak peserta didik dan menghadirkan pendidikan yang bermutu serta berdampak.

Teks: Bagus
Editor: Martin