BI Jatim Gelar FESyar 25-27 September 2026 di Grand City Surabaya

SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur akan menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 pada 25-27 September 2026 di Grand City Convention and Exhibition, Surabaya.

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” tersebut merupakan rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim mengatakan FESyar Jawa 2026 berfokus pada penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inovatif dan inklusif.

Baca Juga:  17 UMKM Binaan BI Jatim Tampil di KKI 2026 Jakarta, Dorong Akses Pasar Nasional dan Ekspor

“FESyar Jawa 2026 hadir dengan semangat baru untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah secara berkelanjutan. Melalui penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi transformasi digital, kita ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” ujar Ibrahim saat media briefing Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan integrasi teknologi digital menjadi motor penggerak dalam memodernisasi sektor keuangan sosial syariah maupun industri halal di tingkat regional.

Baca Juga:  Penerimaan PPh Jatim Naik 30,43 Persen

Selama tiga hari, FESyar Jawa akan menghadirkan empat program unggulan yang terbuka untuk masyarakat umum, yakni Sharia Forum berupa seminar dan talkshow literasi keuangan syariah dan halal lifestyle, Sharia Fair & Showcase UMKM yang menampilkan produk UMKM syariah dan klaster pondok pesantren se-Jawa, Business Matching untuk akses pembiayaan dan jaringan pasar, serta Sharia Competition seperti Lomba Dakwah Ekonomi Syariah, Lomba Konten Ekonomi Syariah, dan kompetisi robotik.

Baca Juga:  Destry Damayanti Resmi Dilantik Jadi Gubernur Bank Indonesia Periode 2026-2031

Melalui FESyar Jawa 2026, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan asosiasi terkait berkomitmen mendorong rantai nilai halal sebagai pilar pertumbuhan ekonomi baru di era digital.

Teks & foto: Bagus
Editor: William