Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran guru dalam proses pendidikan.
Menurut Abdul Mu’ti, AI hanyalah teknologi yang memiliki keterbatasan dan tidak mampu mengambil alih seluruh aspek pembelajaran yang selama ini dijalankan oleh manusia.
“AI tetap merupakan teknologi yang tidak bisa menyelesaikan segalanya atau menggantikan segalanya,” kata Abdul Mu’ti saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertajuk AI dan Peningkatan Mutu Pendidikan untuk Semua di Ballroom Gedung IKA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu (25/1).
Ia mengakui AI mampu mengolah data dan menyajikan informasi dengan cepat. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki pengalaman hidup, tanggung jawab moral, serta dimensi kemanusiaan yang melekat pada peran guru.
Abdul Mu’ti menjelaskan, meski AI dapat memberikan saran dan penjelasan, teknologi tersebut tidak mampu menjalani maupun merasakan proses belajar sebagaimana manusia.
“AI bisa memberi nasihat dan menjelaskan banyak hal, tetapi AI tidak bertindak dan tidak mengalami,” ujarnya.
Ia menekankan kendali atas penggunaan AI sepenuhnya berada di tangan manusia. Karena itu, penguasaan teknologi harus disertai sikap kritis agar pengguna tidak terjebak pada informasi yang keliru atau hanya sebagian benar.
“Kendalinya tetap berada pada manusia yang mengoperasikan alat tersebut,” kata Abdul Mu’ti.
Editor: Lilicya


