MOJOKERTO – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Bersama (Muskerber) ke-8 pada Sabtu (31/1) di Trawas, Mojokerto. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Membangun Koneksi, Berkhidmah Setulus Hati”, agenda ini menjadi momentum penguatan organisasi di tingkat akar rumput.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus MWCNU Gubeng, perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya, hingga Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Dalam rangkaian pembukaan, dilakukan pula penyerahan simbolis Kitab Burdah dan Buku Kaderisasi NU sebagai pedoman amaliah dan penguatan ideologi kader. Lebih itu, Musker lebih dulu diisi ceramah dari Katib Syuriyah PWNU Jatim KH Ahsanul Haq.
Muskerber dibuka secara resmi oleh Rois Syuriyah MWCNU Gubeng, KH Farochi Harun. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kontinuitas dalam berorganisasi.
“Hari ini kita melanjutkan tugas kewajiban sebagai pengurus NU. Dengan membaca Bismillahirrahmanirrahim, Muskerber malam ini dinyatakan dibuka,” ucap KH Farochi Harun saat memberikan arahan kepada para peserta.

Wakil Syuriyah MWCNU Gubeng, KH Sulaiman, memaparkan betapa masifnya kegiatan keagamaan di wilayah Gubeng, mulai dari tradisi Ngaji Ahad Dhuha hingga agenda rutin sepanjang tahun. Ia menekankan bahwa tema “Membangun Koneksi” sangat krusial untuk menyatukan potensi Ranting, PAC Muslimat, hingga Takmir Masjid.
“Kegiatan di Gubeng sangat aktif, mulai dari Lesbumi hingga Lembaga Ittihadul Mutasyakirin (LI) yang rutin setiap bulan. Jika dikalkulasi, dana yang dikelola untuk umat mencapai ratusan juta rupiah per tahun, seperti pada peringatan Muharram dan malam tahun baru. Semoga kita semua diberi kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan amanah ini,” jelas KH Sulaiman.
Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Masduki Toha, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi MWCNU Gubeng. Menurutnya, di usia NU yang telah mencapai satu abad, kebanggaan menjadi warga Nahdliyin harus dibarengi dengan manajemen organisasi yang tertib.
“Saya bangga dengan Gubeng. Wajah khidmatnya totalitas, tidak setengah-setengah. Program mingguan, bulanan, hingga tahunan semua berjalan. Gubeng adalah organisasi paling taat karena rutin menggelar Musker setiap tahun. Kita harus belajar dari yang terbaik,” tegas KH Masduki Toha.
Beliau juga mengingatkan bahwa keberadaan NU yang diterima oleh mayoritas muslim di Indonesia (57 persen) adalah bukti nyata keberkahan organisasi. Musker ini diharapkan menjadi sarana evaluasi agar program-program MWCNU Gubeng terus memberikan dampak nyata bagi jamaah.
Editor: Lilicya


