Unesa dan MRPTNI Implementasikan Pembelajaran Adaptif Tanggap Bencana di Sumatera dan Aceh

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) menginisiasi penerapan pembelajaran adaptif tanggap bencana melalui serangkaian kegiatan edukatif di wilayah terdampak banjir Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang pada 26 – 31 Januari 2026.

Kegiatan dalam bentuk pelatihan peningkatan kapasitas guru jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA ini diikuti sebanyak 250 peserta. Mereka dibimbing langsung 12 dosen kampus ‘Rumah Para Juara’.

Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa, Mutimmatul Faidah menuturkan bahwa program ini menyasar guru yang nantinya bisa memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi dalam situasi darurat, sekaligus mendukung pemulihan psikologis dan menumbuhkan kembali harapan masa depan bagi peserta didik.

Baca Juga:  Khofifah Imbau Masyarakat Tak Panik Super Flu

Ia menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran krusial dalam situasi krisis. “Pembelajaran adaptif menjadi kebutuhan mendesak di wilayah terdampak bencana agar sekolah tetap menjadi ruang aman bagi anak-anak, baik secara akademik maupun psikososial,” ujar guru besar Unesa itu.

Pelaksanaan kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dan Aceh Tamiang. Saat program pelatihan, para guru dibekali pemahaman mengenai dukungan psikososial dalam pembelajaran, pengelolaan kelas di situasi krisis.

Selain itu juga mengenai strategi pembelajaran adaptif yang responsif terhadap kondisi siswa pascabencana. Untuk menjaga keberlanjutan program, Tim Unesa juga akan melakukan pendampingan secara bertahap dan berkelanjutan secara daring.

Koordinator Tim Peduli Bencana Unesa sekaligus Kasubdit Mitigasi Crisis Center Unesa, Wiryo Nuryono menjelaskan bahwa pendampingan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program.

Baca Juga:  Qoimam, Alumni Unusa Raih Gelar Magister Lewat Beasiswa Erasmus Mundus

“Kami tidak berhenti pada pelatihan saja. Pendampingan daring dilakukan agar guru tetap memiliki ruang konsultasi dan penguatan praktik pembelajaran adaptif di sekolah masing-masing,” kata Wiryo.

Unesa tak lupa membekali para guru dengan 15 seri Buku Ajar Adaptif yang mencakup materi literasi dasar, literasi numerik, kesehatan dan keselamatan diri, psikososial, serta mitigasi kebencanaan.

Buku ajar yang dilengkapi pedoman guru dan lembar kerja siswa tersebut diserahkan kepada guru dan dinas pendidikan setempat sebagai referensi pembelajaran, khususnya dalam kondisi darurat.

Selain pelatihan, Tim PKM Unesa bersama para guru turut mengimplementasikan pembelajaran adaptif secara langsung di sejumlah sekolah, yakni SDN 050727 Tanjung Pura Kabupaten Langkat, SDN 7 Kualasimpang Aceh Tamiang, SDN Sidodadi Aceh Tamiang, SDN 2 Percobaan Aceh Tamiang, serta SMAN 2 Percontohan Karang Baru Aceh.

Baca Juga:  Unesa Gelar Program Matchmaking Pendanaan Equity THE IR–LPDP untuk Riset Kesehatan Mental

Sebanyak 800 siswa terlibat dalam pembelajaran yang dirancang kontekstual, ramah anak, dan menyenangkan. Bantuan peralatan belajar bagi siswa serta media pembelajaran bagi sekolah juga diberikan sebagai bentuk dukungan nyata agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung di tengah keterbatasan.

Selain peningkatan kapasitas guru, tim dosen Unesa juga memberikan edukasi kebencanaan dan kesehatan, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk para siswa dan orang tua di sejumlah lokasi termasuk di tempat pengungsian.

Editor: William