SURABAYA – Bau aroma kambing guling yang gurih berpadu dengan kepul asap teh tarik yang baru saja “ditarik” secara live menjadi fragmen pembuka yang menggoda di Legacy Ballroom Surabaya. Tahun ini, gedung pertemuan yang baru berusia satu tahun tersebut bersiap menyambut bulan suci dengan sebuah janji emosional yang mereka sebut sebagai tema “Rindu Ramadan”.
General Manager Legacy Ballroom Surabaya, Edy Nizon Fong, mengungkapkan bahwa pemilihan tema ini bukan sekadar urusan perut, melainkan soal rasa yang dinanti-nanti setiap tahun oleh umat muslim.
“Kami percaya seluruh umat muslim di Nusantara maupun dunia pasti menantikan bulan suci ini. Kami ingin menghadirkan suasana yang membuat mereka merasa pulang ke rumah,” ujar Edy dengan nada antusias.
Sentuhan Heritage dan Ikonik Jawa Timur
Melangkah ke dalam area the whole ballroom (seluruh ruangan), tamu tidak hanya disambut dengan kemegahan gedung, tetapi juga dekorasi apik hasil sentuhan tangan dingin dekorator ternama Surabaya, Pak Mitro. Dekorasi ini dirancang khusus mencerminkan kekayaan budaya Nusantara dengan bumbu lokal Jawa Timur yang kental.
Tak ketinggalan, replika ikonik Surabaya, Suro dan Boyo, menyapa di sudut ruangan, menegaskan bahwa meski mengusung konsep nasional, jati diri Kota Pahlawan tetap menjadi titik berat. Untuk menambah suasana autentik, para petugas yang mengenakan busana daerah siap melayani tamu, menciptakan atmosfer perayaan budaya yang hidup.
“Khusus untuk makanan, kami menitikberatkan pada menu khas Jawa Timuran dan Surabaya sebagai ciri khas kami,” tambah Edy.

Simfoni Menu dan Dentuman Bedug Asli
Bagi para pecinta kuliner, Legacy Ballroom menyiapkan “panggung” makanan yang sangat luas. Mulai dari menu carving yang mendominasi, kambing guling, bebek panggang, hingga deretan gubuk makanan (stall) yang beragam seperti steamboat, dimsum, sushi, aneka soto, hingga jajanan angkringan.
Keunikan lain terletak pada prosesi berbuka. Bukan sekadar suara dari pengeras suara, sebuah bedug besar diletakkan di tengah ruangan. Bedug ini bukan pemanis dekorasi belaka. Saat waktu Maghrib tiba, petugas akan memukul bedug tersebut secara langsung, menandai saatnya tamu membatalkan puasa.
Apresiasi dan Target Tinggi
Untuk menambah semarak, pihak pengelola menyiapkan segudang apresiasi berupa door prize yang cukup fantastis. Mulai dari gadget, televisi, kulkas, hingga paket liburan keluarga di hotel bintang lima Surabaya.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami bagi tamu yang memilih merayakan ibadah puasa bersama kami,” jelas Edy.
Dengan harga publish Rp250.000 net/pax, Legacy Ballroom menawarkan berbagai skema harga menarik. Bagi mereka yang melakukan reservasi dini hingga 22 Februari, tersedia diskon 20% menjadi Rp200.000 net. Bahkan, ada harga khusus “teman sejawat” bagi karyawan hotel (hotelier) seharga Rp188.000 net.
Meski menyadari bahwa masa efektif berbuka puasa bersama biasanya hanya berlangsung di minggu kedua dan ketiga Ramadan, Edy tetap optimis. Dengan kapasitas hingga 800 orang untuk round table, ia mematok target kunjungan mencapai 7.000 hingga 8.000 orang sepanjang bulan Ramadan.
“Venue kami masih sangat baru, masih gres banget. Kami ingin mengingatkan kembali masyarakat Surabaya bahwa ada tempat baru dengan makanan melimpah, harga kompetitif, dan kesempatan memenangkan hadiah menarik,” pungkasnya.
Editor: Emily


