Unusa Resmi Buka PPDS Obgyn dan Pulmonologi

SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui Fakultas Kedokteran (FK) menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab tantangan kesehatan nasional. Langkah ini diwujudkan dengan peluncuran dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) baru, yaitu Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) serta Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi, Sabtu (21/2).

Peluncuran ini dilakukan secara kolektif bersama dua institusi lainnya, yakni FK Universitas Ciputra (UC) dan FK Universitas Hang Tuah (UHT). Unusa secara khusus memfokuskan kedua program ini untuk menangani isu krusial di Indonesia: kesehatan ibu-anak (stunting) dan pengendalian penyakit menular (tuberkulosis).

Baca Juga:  Festival Mobilitas Akademik UNESA Pecahkan Rekor MURI ke-20 Lewat 11 Ribu Karya Inovatif

Fokus pada Nutrisi Janin dan Pencegahan Stunting

LPPDS Obgyn Unusa mengusung visi unik dengan mengintegrasikan nilai-nilai Ibnu Sina. Keunggulan utamanya terletak pada tata kelola antenatal berbasis nutrisi janin. Strategi ini dipandang sebagai langkah preventif “hulu” untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas sekaligus menekan angka stunting sejak dalam kandungan.

Respons Terhadap Tingginya Kasus Tuberkulosis

Sementara itu, PPDS Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi hadir sebagai respons atas beban ganda penyakit respirasi di Indonesia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat kedua kasus tuberkulosis (TBC) global setelah India. Di tingkat domestik, Jawa Timur menempati posisi kedua tertinggi setelah Jawa Barat.

Baca Juga:  Unesa Siapkan 2.500 Paket Takjil Gratis Selama Ramadan

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA., menegaskan bahwa langkah ini adalah strategi komprehensif dari hulu ke hilir. “Kesehatan bangsa dimulai sejak dalam kandungan dan harus dijaga sepanjang hayat. Unusa berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi kualitas kesehatan masyarakat melalui penguatan pendidikan spesialis ini,” ujarnya.

Integrasi Nilai Islami dan Daya Saing Global

Dekan FK Unusa, Dr. dr. Handayani, menambahkan bahwa para calon dokter spesialis di Unusa tidak hanya akan ditempa secara klinis, tetapi juga dibekali integritas moral yang kuat.

Baca Juga:  Mendikdasmen Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan Peran Guru

“Kami mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai kemanusiaan dan keislaman. Lulusan diharapkan responsif terhadap tantangan masyarakat, khususnya pada isu kesehatan ibu-anak dan TBC,” jelas dr. Handayani.

Dengan visi menuju tahun 2035, FK Unusa menargetkan para lulusannya mampu memimpin transformasi layanan kesehatan dan berdaya saing global, sembari tetap berpijak pada penguatan sistem pelayanan kesehatan berbasis komunitas dan teknologi.

Editor: William