Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyiapkan skema baru untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 dengan memfungsikan masjid di sepanjang jalur mudik sebagai tempat istirahat alternatif. Langkah ini ditujukan bagi pemudik, terutama pengguna kendaraan pribadi dan sepeda motor, guna melengkapi keberadaan rest area konvensional di jalan tol.
Menhub telah menyampaikan permohonan dukungan kepada Kementerian Agama agar masjid-masjid di jalur mudik dapat dimanfaatkan sebagai titik singgah. Fasilitas dasar yang diharapkan tersedia mencakup area parkir, toilet, air bersih, penerangan, hingga ruang istirahat demi menunjang kenyamanan pemudik.
Ada 6.859 masjid yang akan menjadi tempat singgah perhelatan lebaran tahun 2026 . Kementerian Agama (Kementerian Agama Republik Indonesia) menyebut ribuan masjid ini tersebar di berbagai provinsi gratis bagi pemudik. Penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari program Ekspedisi Masjid Indonesia 2026 yang dikelola Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Pemerintah berencana menyiapkan fasilitas pendukung di masjid-masjid yang ditunjuk agar pemudik dapat beristirahat dengan aman. Dudy menilai sinergi antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama menjadi kunci karena momentum Lebaran memiliki dimensi spiritual dan sosial yang kuat selain mobilitas besar-besaran.
“Melalui pemanfaatan masjid-masjid yang berada di jalur mudik, kami berharap masyarakat dapat beristirahat dengan nyaman selama perjalanan. Kami juga akan menyiapkan fasilitas pendukung agar pemudik dapat beristirahat dengan aman,” ujar Dudy Selasa (24/2).
Menurut Dudy, kerja sama ini merupakan bentuk antisipasi terhadap pergerakan masyarakat yang masif. Ia menyebut Idulfitri bukan sekadar urusan mobilitas, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Menteri Agama menyampaikan bahwa masjid tahun ini bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat layanan publik bagi pemudik. Setiap masjid yang masuk dalam program ini diminta menyiapkan fasilitas seperti ruang istirahat, toilet bersih, akses air wudhu. Selain itu juga ada juga ruang laktasi jika memungkinkan, area parkir aman tanpa biaya, pengisian daya ponsel gratis, serta ketersediaan air minum.
Menteri juga menghimbau agar masjid menyediakan takjil nagi pemudik yang masih menjalankan ibadah puasa Ramadan. Selain itu pada malam hari, pengelola masjid diminta menyiapkan minuman hangat untuk membantu pengemudi memulihkan stamina sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Beristirahat sejenak bisa menyelamatkan nyawa. Banyak kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk,” ujar Menteri Agama.
Editor: William


