SURABAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Maria Ernawati mengapresiasi capaian program Bangga Kencana di Jawa Timur yang berhasil melampaui rata-rata nasional. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Program Bangga Kencana Tahun 2025 di Surabaya, Jumat (27/2).
Maria menyebutkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergitas dan kolaborasi lintas sektor yang kuat di Jawa Timur. Salah satu indikator utama yang menonjol adalah stabilitas demografi dengan angka Total Fertility Rate (TFR) yang kini berada di posisi 1,9.
“Target-target program Bangga Kencana yang dipaparkan semua berada di atas rata-rata nasional. Kami mengukir prestasi ini bukan semata karena kementerian, tetapi karena kolaborasi luar biasa di Jawa Timur,” ujar Maria.

Selain stabilitas demografi, Maria menyoroti keberhasilan penurunan angka stunting. Saat ini, angka stunting di wilayah tersebut berada pada level 14,7 persen, jauh lebih rendah dibandingkan posisi nasional yang berada di angka 19,8 persen.
Meski mencatat banyak prestasi, Maria memberikan catatan serius terkait tren kenaikan angka pernikahan anak. Berdasarkan data by name by address, tercatat ada 3.900 kasus pernikahan anak, meningkat dari periode sebelumnya yang sebanyak 3.700 kasus.
“Pernikahan anak ini dampaknya sangat besar, hampir 90 persen melahirkan anak stunting. Belum lagi risiko perceraian dan lemahnya ketahanan keluarga. Kami berharap media ikut mengawal sosialisasi di kantong-kantong daerah agar orang tua dan remaja paham risiko ini,” tegasnya.
Kedepan, Kementerian akan memperkuat pendampingan keluarga melalui siklus hidup, mulai dari Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), bina keluarga remaja, hingga pendampingan lansia. Maria juga menekankan pentingnya penguatan 8 fungsi keluarga, terutama fungsi keagamaan sebagai fondasi dan fungsi lingkungan hidup untuk mengedukasi pengelolaan sampah rumah tangga yang menyumbang 60 persen sampah nasional.
Penulis: Bagus
Editor: Lilicya


