SURABAYA – Pengurus Pengembangan Dana Umat dan Filantropi Majelis Ulama Indonesia (PDUF MUI) Provinsi Jawa Timur baru saja seumur jagung. Namun, komisi ini langsung tancap gas dengan berbagai aksi nyata, mulai dari khitanan massal gratis hingga penyantunan 2.026 dhuafa dan anak yatim pada Ramadan tahun 2026.
Di balik aksi sosial tersebut, rupanya ada strategi manajerial yang jitu dalam mengelola dana umat. Wartawan RANBITV.COM Agil Prakoso, berkesempatan menemui Ketua PDUF MUI Jatim, KH Miftah Jauhari, di sela kegiatan silaturahmi yang digelar di Hotel Surabaya Suite, Senin (16/3).
Berikut adalah petikan wawancara eksklusifnya:
PDUF MUI Jatim tergolong baru, namun gebrakannya sudah terasa. Sebenarnya bagaimana struktur dan fokus kerja di lembaga ini?
Jadi begini, di PDUF MUI Jawa Timur kami memiliki lima departemen utama. Pertama adalah Management Advisor yang bertugas membantu komunikasi dan koordinasi antar departemen. Kedua, Departemen Filantropi; ini jelas fokusnya berkolaborasi dengan lembaga-lembaga amil zakat di Jatim untuk program kemaslahatan umat.
Bagaimana dengan keterlibatan sektor swasta atau korporasi?
Itu masuk di departemen ketiga, yakni Divisi Corporate Social Responsibility (CSR). Kami khusus melakukan kolaborasi dengan korporasi di Jawa Timur untuk program umat. Lalu departemen keempat adalah Media dan Komunikasi yang membangun narasi dan publikasi informasi kegiatan kami.
Ada satu departemen yang menarik, yaitu Research and Business. Apa perannya?
Nah, departemen kelima ini memang kami tekankan untuk berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lewat pola Business to Business (B to B). Semata-mata tujuannya agar keuntungan atau value add (nilai tambah) dari bisnis tersebut kembali lagi untuk kemaslahatan umat di Jawa Timur.
Mengenai target satu tahun ke depan, apa yang ingin dicapai oleh kepengurusan ini?
Secara detail, target akan kami matangkan dalam rapat kerja (raker). Desain besarnya sudah ada, tinggal mengeksekusi program-program kecilnya. Fokus tahun pertama ini adalah mengoptimalkan kinerja lima departemen tadi. Harapan saya, sebagai komisi baru di MUI Jatim, semua personalia di struktur PDUF harus kompak dulu. Kalau sudah kompak dan bergerak, pasti akan ada dampak nyata bagi masyarakat.
Terkait peningkatan ekonomi masyarakat yang menjadi isu krusial, apa strategi konkret Anda?
Strategi ekonomi itu banyak di DepartemenResearch and Business Consultant. Kami melihat salah satu penyebab ekonomi masyarakat tidak berkembang adalah masalah mindset. Kami akan mengambil sampel riset dari usaha kecil, menengah, hingga aset-aset yayasan di daerah.
Setelah riset dilakukan, apa langkah selanjutnya?
Kami akan melakukan investigasi apa permasalahan utama mereka. Setelah itu, Departemen 5 akan memberikan assessment dan rekomendasi yang sifatnya upgrading (peningkatan kapasitas). Tujuannya agar ekonomi umat kelas menengah ke bawah benar-benar mengalami kenaikan kelas. Tahun pertama ini kita mulai dengan pengambilan sampel dan riset mendalam tersebut.
Editor: William


