SURABAYA – Wakil Menteri Perdagangan RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, BA, MSc, mengajak mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) untuk berani mengambil peran dalam dunia kewirausahaan demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Hal tersebut disampaikannya dalam Kuliah Umum bertajuk “Young Entrepreneurs For a Better Future of Indonesia” di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C UNAIR, Selasa (28/4).
Dalam kesempatan tersebut, Dyah Roro menekankan pentingnya peran UMKM yang saat ini menyumbang 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Untuk memperkuat sektor ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menjalankan langkah strategis berupa business matching yang menghubungkan UMKM dengan ritel modern, baik domestik maupun internasional.
“Kami melakukan business matching antara 804 UMKM dengan grup besar seperti MAP Group, IKEA, hingga Metro. Saat ini, sudah ada 107 UMKM yang berhasil lulus kurasi,” ungkap Dyah Roro di hadapan ratusan mahasiswa.
Selain penguatan pasar dalam negeri, pemerintah juga aktif memperluas akses pasar global melalui peran atase perdagangan di 33 negara. Dyah Roro menyebutkan bahwa Indonesia telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan berbagai negara seperti Selandia Baru, Pakistan, hingga Rusia, serta bekerja sama dengan World Trade Organization (WTO).
“Berkat politik luar negeri Bebas Aktif, Indonesia memiliki peluang besar untuk melakukan kerja sama lintas negara secara luas,” tambahnya.
Diskusi Interaktif dan Pesan Motivasi
Kegiatan ini juga menjadi wadah interaktif yang mempertemukan mahasiswa berpotensi dengan para pelaku usaha dari Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). Dalam sesi diskusi, mahasiswa antusias bertanya mengenai cara memulai bisnis hingga strategi menghadapi gejolak geopolitik global.
Menjawab kegelisahan mahasiswa soal memulai bisnis, Dyah Roro menyarankan untuk selalu berangkat dari tujuan yang jelas. Ia merekomendasikan buku Start with Why karya Simon Sinek sebagai referensi.
“Ubah pikiran negatif menjadi positif dengan langkah kecil yang konsisten. Orang sukses tidak diukur dari berapa kali mereka jatuh, melainkan dari bagaimana mereka bangkit,” tegasnya.
Terkait tantangan geopolitik, Wamenperag optimis bahwa kondisi tersebut justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk mandiri, khususnya dalam ketahanan pangan dan energi. Menutup acara, ia berpesan agar mahasiswa fokus pada pengembangan diri dan memperluas relasi.
“Keberhasilan itu pasti menunggu kita. Tergantung dari kita, mau menjemputnya secepat apa,” pungkas Dyah Roro.
Editor: William


