SD Mudipat Kelola 11 Sapi dan 65 Kambing, Distribusikan 1.800 Kantong Daging hingga Luar Kota

SURABAYA — SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya merayakan Hari Raya Iduladha 1447 H dengan menyembelih belasan ekor hewan kurban pada Rabu (27/5). Kegiatan penyembelihan dan pengelolaan kurban tersebut dipusatkan di Gedung Ahmad Dahlan Center.

Kepala SD Mudipat Surabaya, Ustaz Edy Susanto, mengungkapkan rasa syukurnya atas perolehan hewan kurban tahun ini yang mencapai total 11 ekor sapi dan 65 ekor kambing. Hewan kurban tersebut dihimpun dari guru, karyawan, orang tua murid, serta patungan para siswa.

Baca Juga:  Terima Kunjungan DPRD, PCNU Surabaya Usulkan Nama Jalan Tokoh Pendiri NU

“Alhamdulillah, dari total perolehan tersebut, sekolah menyembelih 10 ekor sapi dan 22 ekor kambing secara mandiri. Sementara itu, satu ekor sapi kami serahkan kepada Lazismu untuk program RendangMu,” ujar Edy pada Rabu (27/5).

Sisa hewan kurban lainnya didistribusikan dalam bentuk hidup maupun daging ke berbagai pihak. Penyaluran menyasar Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) atau panti asuhan, sekolah Muhammadiyah, masjid, mushala, serta warga kurang mampu di sekitar lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Hotel Horison Arcadia Peduli Lingkungan, Turun Tangan Bersihkan Kawasan Kota Lama Surabaya

Jangkauan distribusi kurban SD Mudipat tahun ini tidak hanya berfokus di wilayah Kota Surabaya. Pihak sekolah juga mengirimkan bantuan hewan kurban ke beberapa daerah lain di Jawa Timur seperti Gresik, Sidoarjo, Lamongan, Tuban, dan Jombang.

Edy menjelaskan bahwa partisipasi siswa dalam ibadah kurban ini dikemas melalui berbagai cara sebagai bentuk edukasi. Ada siswa yang berkurban satu ekor kambing, patungan tujuh orang untuk satu ekor sapi, hingga program infak latihan kurban bagi anak-anak.

Baca Juga:  Unesa Gelar Dialog Kebangsaan Ekspresi KITA, Lawan Gempuran Budaya Asing

Untuk pembagian daging kepada warga sekitar sekolah, panitia telah menyediakan total 1.800 kantong daging dengan berat masing-masing satu kilogram. Proses pembagian dipastikan berjalan tepat sasaran karena menggunakan basis data tahunan yang terus diperbarui.

“Kami sudah mengantongi data warga kurang mampu di sekitar sini. Data tersebut selalu kami perbarui dan koordinasikan bersama ketua RT, RW, serta tim panitia di lapangan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran,” pungkas Edy.

Editor: William