Unesa Perkuat Ekosistem SDGs Lewat Diseminasi Inovasi Pengabdian ke Masyarakat Bali

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Unesa SDGs FAIR: Diseminasi Inovasi Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) di Denpasar, Bali pada 27-29 April 2026.

Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unesa, Muhammad Turhan Yani menyampaikan bahwa, SDGs FAIR menghadirkan beragam inovasi pengabdian kepada masyarakat hasil karya dosen dan mahasiswa Unesa yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Berbagai program yang dipamerkan mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lingkungan hidup, teknologi tepat guna, literasi digital, hingga pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.

Baca Juga:  Usia 13 Tahun, Unusa Kantongi Delapan Paten

Kegiatan ini diikuti oleh sivitas akademika, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, mitra institusi, serta berbagai pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap isu keberlanjutan. Antusiasme peserta terlihat melalui diskusi, pameran inovasi, dan pertukaran praktik baik dalam pengembangan program pengabdian berbasis SDGs.

“Unesa terus mendorong implementasi SDGs dalam seluruh aktivitas tridarma perguruan tinggi. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kami ingin menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu instrumen penting dalam menerapkan SDGs secara langsung. Program yang dikembangkan dosen dan mahasiswa Unesa diarahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan melalui pendekatan kolaboratif.

Baca Juga:  Uji Publik RUU HAM di Unesa, Serap Masukan Masyarakat Sipil, Akademisi, hingga Mahasiswa

Berbagai inovasi yang ditampilkan dalam kegiatan ini memperlihatkan proses hilirisasi hasil penelitian dan pembelajaran di kampus menjadi solusi yang aplikatif. Inovasi tersebut di antaranya media pembelajaran berbasis teknologi, program literasi digital, pelatihan kewirausahaan bagi UMKM, pengelolaan sampah ramah lingkungan, serta edukasi kesehatan masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Pemeringkatan, Publikasi, dan Science Center Unesa, Bambang Sigit Widodo menegaskan bahwa, penguatan ekosistem SDGs menjadi bagian dari transformasi Unesa sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berdampak.

“Unesa berkomitmen mengembangkan pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan serta kemanfaatan bagi masyarakat luas,” ungkapnya, Senin (13/7)

Baca Juga:  Anang, Ashanty dan Azriel Wisuda Bersama di UNAIR

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual dan inovasi yang besar untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu, Unesa terus memperkuat sinergi lintas disiplin ilmu dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar implementasi SDGs semakin optimal.

Melalui kegiatan ini, Unesa menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang hadir sebagai penggerak perubahan sosial. Integrasi SDGs dalam tridarma perguruan tinggi menjadi langkah strategis Unesa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan mendukung terwujudnya pembangunan Indonesia yang inklusif, berdaya saing, serta berkelanjutan.

Editor: Lilicya