Unusa – ITS Teken MoU, Buka Peluang Mahasiswa Raih 2 Ijazah dalam 5 Tahun

SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di Surabaya, Senin (7/9). Kerja sama tersebut membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Unusa untuk memperoleh pengalaman belajar, riset, hingga melanjutkan pendidikan di ITS.

Penandatanganan MoU dilakukan bersamaan dengan Sidang Terbuka Senat Akademik Pengukuhan Penerimaan Mahasiswa Baru Unusa Tahun Akademik 2026/2027.

Rektor Unusa Prof Tri Yogi Yuwono mengatakan MoU ini merupakan payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan bidang medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS. 
“MoU ini bukan sekadar dokumen formalitas, melainkan sebuah payung kerja sama akademik yang menyatukan kekuatan medis dan humaniora Unusa dengan keunggulan sains dan teknologi yang dimiliki ITS,” ujar Rektor Unusa.

Baca Juga:  Bupati Madiun Ajak Mahasiswa Fisipol Unesa Perkuat Budaya Hadapi AI

Rektor ITS Prof Bambang Pramujati mengatakan ITS memberikan kesempatan kepada mahasiswa Unusa untuk berinteraksi dan memperoleh pengalaman belajar di ITS, khususnya untuk program studi yang ada di dua kampus tersebut.

Melalui kerja sama tersebut disiapkan empat program akademik utama, yakni _credit transfer_, _joint/double degree_, _joint supervision_, serta _fast track_ S1-S2 terintegrasi.

Melalui skema _credit transfer_, mahasiswa Unusa berkesempatan mengambil mata kuliah tertentu di ITS dengan pengakuan kredit yang diintegrasikan ke transkrip akademik.

Baca Juga:  RGTC FKM Unair Desak Penguatan Sanksi Perda KTR Surabaya

Untuk _joint degree_ dan _double degree_, mahasiswa dapat menempuh sebagian masa studi di Unusa dan melanjutkan di ITS sesuai skema yang disepakati. Salah satu skema yang diperkenalkan adalah pola 3+1, yakni tiga tahun di Unusa dan satu tahun di ITS.

Skema _joint supervision_ memungkinkan tugas akhir atau riset mahasiswa mendapatkan bimbingan bersama dari dosen Unusa dan profesor maupun peneliti ITS.

Program _Fast Track_ S1-S2 Terintegrasi berlangsung selama lima tahun. Mahasiswa dapat mulai mengambil mata kuliah jenjang S2 ITS pada semester 7 dan 8 saat masih menempuh S1 di Unusa. Setelah menyelesaikan S1 pada semester 8, mahasiswa melanjutkan semester 9 dan 10 di ITS untuk menyelesaikan pendidikan magister.

Baca Juga:  Gelar Jalan Sehat, SD Mudipat Launching Program Sedekah Karpet dan Rekor MURI 1.000 Judul Buku

Dengan skema tersebut, mahasiswa berpeluang menyelesaikan S1 Unusa dalam empat tahun dan S2 ITS pada tahun kelima, sehingga memperoleh dua ijazah dalam waktu lima tahun. Program ini diperuntukkan bagi program studi yang telah terakreditasi unggul.

Rektor Unusa menyebut kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi universitas untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Teks: Bagus
Editor: William