SURABAYA – Konferensi pemilihan Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya tahun 2026 akan dimulai. Nizar Luthfi Jauhari mendaftarkan diri sebagai kandidat dengan membawa gagasan transformatif bertajuk “Tumbuh Serentak”.
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) tersebut diusung oleh PMII Komisariat Airlangga. Gagasannya mengadopsi kaidah Al-muhafadhotu ‘ala qodimis sholih wal akhdzu bil jadidil ashlah atau memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik.
Nizar bertekad menjadikan PMII Surabaya sebagai mercusuar pergerakan yang transformatif sekaligus jaring pengaman sosial atau inkubator karier bagi masa depan kader.
Dalam keterangannya, Nizar menjelaskan gagasan “Tumbuh Serentak” lahir dari kegelisahannya melihat potensi kader yang belum tergarap maksimal. Menurutnya, PMII Surabaya memiliki kekayaan intelektual dan jaringan yang luar biasa, namun sering terpusat pada satu atau dua disiplin ilmu tertentu.
“Saya ingin memastikan tidak ada kader yang merasa kecil hanya karena latar belakang pendidikannya berbeda. Semua harus punya ruang untuk tumbuh,” ujarnya, Rabu (23/9).
Grand design “Tumbuh Serentak” menawarkan tiga pilar utama. Pertama, inklusivitas disiplin ilmu dengan membuka ruang kolaborasi lintas fakultas mulai dari sains, teknologi, seni, hingga kesehatan. Kedua, inkubator karier melalui program mentoring, pelatihan keterampilan praktis, dan jejaring alumni untuk mempersiapkan kader menghadapi dunia pasca-kampus. Ketiga, penguatan tradisi intelektual dengan menghidupkan kembali diskusi kritis berlandaskan nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
Nizar menegaskan kaidah tersebut bukan sekadar slogan. Tradisi diskusi dan pengkaderan PMII yang sudah baik akan dipertahankan, namun metode dan pendekatannya diperbarui sesuai tantangan zaman.
“Kita sebagai kader PMII Surabaya harus terus bergerak tumbuh bersama, dan tidak boleh terjebak romantisme masa lalu, tapi juga tidak boleh tercerabut dari akar tradisi. Inilah yang saya maksud dengan tumbuh serentak,” tegasnya.
Ia berharap kontestasi PMII Surabaya tidak hanya menjadi ajang perebutan kekuasaan, tetapi juga ruang adu gagasan.
“Mari tumbuh serentak, karena tidak ada usaha yang mudah tanpa adanya kesadaran saling menumbuhkan. Karena, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa mencetak pemimpin selanjutnya yang lebih baik,” pungkasnya.
Teks: Agil
Editor: Lilicya


