PLN UIT JBM Gelar Media Briefing dan Silaturahmi HLN ke-81

SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menggelar Media Briefing dan Forum Silaturahmi dalam rangka Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 di Kantor UPT Surabaya, Senin (19/10/2026).

General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan penguatan jaringan transmisi menjadi kebutuhan mendesak untuk mengimbangi pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Timur.

“Pembangunan industri secara masif, khususnya di kawasan metropolitan seperti Surabaya, membuat ketersediaan listrik menjadi sangat penting. Begitu juga Banyuwangi, Pasuruan, dan Gresik yang berkembang pesat,” ujar Ika.

Baca Juga:  QRIS di Jatim Tembus 10,6 Juta Pengguna, BI Perluas MDR 0 Persen Dongkrak Daya Beli

Ia menyebut kawasan industri seperti Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik membutuhkan dukungan pasokan listrik andal untuk ekspansi industri dan penciptaan lapangan kerja.

Terkait penguatan sistem, Ika menjelaskan Surabaya saat ini hanya ditopang GI 500 kV Gresik dan Krian, berbeda dengan Jakarta yang ditopang delapan gardu. PLN membangun GI 500 kV di Waru Sidoarjo dengan mengganti SUTT 150 kV lama menjadi kabel bawah tanah dan memanfaatkan jalur eksisting untuk 500 kV.

Baca Juga:  Jelang Hari Kesaktian Pancasila, PLN Perkuat Keandalan Kelistrikan di Pasuruan

Penguatan serupa direncanakan ke Surabaya Selatan yang masih terkendala aspek keselamatan penerbangan karena beririsan dengan kawasan pendekatan landasan pacu. Sementara, pengalihan jalur 500 kV Waru-Grati disiapkan untuk melayani pelanggan besar di Pasuruan.

Untuk Banyuwangi, PLN merencanakan transmisi 500 kV dari Paiton menuju Kalipuro yang terhubung ke sistem Bali, seiring pertumbuhan pariwisata dan industri. Rencana masih dalam tahap penentuan lokasi dan menghadapi perizinan lintas hutan Baluran.

Baca Juga:  BI Targetkan Pangsa Pasar Keuangan Syariah Tembus 15 Persen di 2028

Ika menambahkan PLN UIT JBM mengelola 173 gardu induk, 397 trafo dengan kapasitas 29.375 MVA, dan jaringan transmisi 8.329,39 kms. Daya mampu sistem Jawa Bagian Timur dan Bali sekitar 9.000 MW dengan kebutuhan 7.000 MW.

Ia juga mengingatkan gangguan akibat layang-layang di Bali, Paiton, Situbondo, dan Bangkalan agar masyarakat tidak menggunakan kawat dan tidak bermain dekat jaringan transmisi.

Teks: Bagus
Editor: William