Ribuan Warga Muhammadiyah Krembangan Surabaya  Gelar Sholat Istisqo

SURABAYA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menggelar sholat istisqo di lapangan, Jumat (23/10/2026). Sholat untuk meminta hujan ini diikuti ribuan warga, siswa SD Muhammadiyah 11 Surabaya, serta perwakilan MUI dan NU. Sholat diimami Ustaz Ahmad Mujaddid.

Sekretaris PCM Krembangan Mochammad Yusuf, S.Th.I menjelaskan sholat istisqo digelar sebagai ikhtiar bersama di tengah musim kemarau panas yang melanda Surabaya.

“Kita berdoa bersama mudah-mudahan Allah segera menurunkan hujan di Surabaya. Semoga ujian ini bukan menjadikan musibah tapi keberkahan,” ujarnya.

Baca Juga:  MUI Jatim Gelar Ijtima' Ulama III di Mojokerto 31 Oktober 2026

Ia berharap hujan dapat meredakan panas ekstrem dan mengakhiri berbagai musibah kebakaran yang kerap terjadi saat kemarau.

Kepala SD Muhammadiyah 11 Surabaya Mursiah, S.Ag., M.Pd mengatakan kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi siswa.

“Alhamdulillah para siswa hari ini memiliki pengalaman sholat istisqo. Dimana sebelumnya hanya menjalani praktik kegiatan sekolah sholat istisqo. Tapi hari ini, mereka bisa langsung sholat istisqo,” katanya.

Baca Juga:  Pemerintah Salurkan BSU ke 13,3 Juta Buruh Mulai Oktober Desember

“Mudah-mudahan dengan sholat istisqo ini tak hanya jadi pembelajaran untuk siswa saja, melainkan bersama-sama warga Krembangan berdoa agar Allah menurunkan hujan, mendinginkan Surabaya yang panas ini dan menghindarkan musibah,” tegasnya.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Imam Ahmad Mujaddid mengajak jemaah memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas kemarau panjang.

Ia menjelaskan musim paceklik tidak hanya terjadi saat ini, tetapi juga di zaman Nabi. Kemarau tidak semata karena kerusakan alam, tetapi juga berkaitan dengan kesalahan dan dosa secara lingkungan maupun spiritual.

Baca Juga:  PC DMI Gubeng Safari Maulid di Masjid Jam'iyatul Ma'arif, Ungkap Keagungan Nabi Muhammad

“Lingkungan spiritual, perilaku juga harus dijaga. Mari kita perbanyak istighfar,” ajaknya.

Teks: Bagus
Editor: Martin