SOLO – Seekor orangutan di Solo Safari berhasil kabur dari kandang setelah menggunakan ranting untuk memutus aliran listrik pagar pengaman. Satwa tersebut berhasil dievakuasi sekitar 1 jam setelah dinyatakan keluar.
General Manager Solo Safari, Miyana Harikna, menjelaskan orangutan memiliki tingkat rasa penasaran dan kecerdasan tinggi dibanding satwa lain. Dari sisi habitat, pihaknya telah menerapkan sistem keamanan berlapis berupa electric fence, gutter dan exhibit pulau.
“Kronologinya adalah orangutan menggunakan ranting untuk memutus electric fence karena ranting tidak mengalirkan listrik. Setelah putus, orangutan menggunakan ranting untuk menyeberangi gutter,” ujar Miyana dalam keterangan pers Rabu (19/8).
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, pada pukul 14.00-14.30 WIB orangutan masih terpantau di _exhibit_. Pukul 15.00 WIB keeper bersiap memberi pakan namun orangutan sudah tidak terpantau.
Pukul 15.10 WIB orangutan dilaporkan security telah keluar lokasi. Tim keeper kemudian menuju lokasi untuk melakukan pengepungan dan dokter hewan bersiap dengan obat bius. Pukul 15.30 WIB orangutan berhasil dievakuasi, pukul 15.50 WIB berhasil dibius, dan pukul 16.00 WIB satwa tersebut sudah masuk kembali ke kandang.
Miyana menegaskan tidak ada unsur human error dan tidak ada kerusakan pada fasilitas. Ia menyebut orangutan merupakan satwa cerdas yang pintar menyembunyikan sesuatu. Pada kejadian kemarin, orangutan menyembunyikan ranting di dalam tanah.
“Pada saat keeper melakukan pengecekan pagi hari tidak ada kejanggalan. Namun entah dari mana orangutan mendapatkan ranting tersebut,” katanya.
Ia menambahkan seluruh sistem pengaman seperti _electric fence_, _gutter_, dan _exhibit_ dalam kondisi normal. Tim juga selalu melakukan pengecekan secara rutin.
Untuk pemantauan, CCTV masih diutamakan di area pengunjung dan satwa yang sedang breeding. Sehingga untuk area lain masih menggunakan pemantauan manual oleh petugas.
Teks: Bagus
Editor: Martin


