Semarak FESyar Jawa 2026 Hadirkan Lomba Hadroh Banjari

SURABAYA – Festival Ekonomi Syariah Regional Jawa (FESyar) 2026 tidak hanya menghadirkan kegiatan bisnis, pembiayaan, dan pengembangan usaha halal, tetapi juga mengemas nilai-nilai ekonomi syariah melalui kegiatan seni dan budaya Islami.

Salah satunya diwujudkan melalui lomba Hadroh Banjari yang menjadi bagian dari rangkaian FESyar Regional Jawa 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan nuansa Islami sekaligus memperluas literasi ekonomi dan keuangan syariah di tengah perkembangan ekosistem digital.

Deputi Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Yono Haryono, Ph.D., mengatakan FESyar Regional Jawa dirancang sebagai ruang terpadu untuk mendukung berbagai kebutuhan pengembangan ekonomi syariah.

Baca Juga:  BI Jatim Gelar Tabligh Akbar di Masjid Al Akbar, Awali Rangkaian Fesyar Jawa 2026

“Kami harapkan bapak ibu bisa kunjungi gelaran FESyar Jawa. Ini one stop shop. Ada halal food, mau konsultasi sertifikasi halal ada, pembiayaan juga ada,” ujar Yono Sabtu (26/9).

Menurutnya, FESyar Jawa dihadirkan sebagai multi event yang melibatkan berbagai unsur dari wilayah Jawa. Beragam kegiatan di dalamnya diarahkan untuk mempertemukan masyarakat, pelaku usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pihak yang berkaitan dengan pengembangan ekosistem ekonomi syariah.

Tak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, FESyar juga memberikan ruang bagi ekspresi seni dan budaya bernuansa Islami. Salah satunya melalui kompetisi Hadroh Banjari.

Baca Juga:  Destry Damayanti Resmi Dilantik Jadi Gubernur Bank Indonesia Periode 2026-2031

“Termasuk kegiatan lomba hadroh banjari. Kami ingin mengangkat musik nuansa Islami dalam konteks mengembangkan ekonomi syariah. Ini jadi salah satu momentum,” katanya.

Lomba Hadroh Banjari diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat secara lebih dekat dan kreatif.

Pengemasan kegiatan ekonomi syariah melalui berbagai pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif. Masyarakat tidak hanya dikenalkan pada produk halal dan layanan keuangan syariah, tetapi juga diajak memahami bahwa ekonomi syariah memiliki keterkaitan dengan berbagai sektor kehidupan, termasuk seni, budaya, kewirausahaan, dan industri kreatif.

Baca Juga:  GIIAS Surabaya 2026 Ditutup, Catatkan Rekor Pengunjung Tertinggi

Melalui FESyar Regional Jawa 2026, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan mendorong agar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan terus berkembang menjadi ekosistem yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Teks: Bagus
Editor: William