Distribusi BBM Sejumlah Daerah Tersendat, Ini kata Bahlil

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan faktor yang menyebabkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terkendala di sejumlah wilayah hingga berpotensi menimbulkan antrean panjang di SPBU.

Bahlil yang juga Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi mengatakan telah mengevaluasi antrean di beberapa daerah, tidak hanya Bali, tetapi juga Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

“Di Bali kita lakukan evaluasi, alhamdulillah sudah bisa kita urai,” kata Bahlil saat konferensi pers usai rapat di Terminal BBM Pesanggaran Pertamina, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Baca Juga:  RI Targetkan IEU-CEPA Diteken Akhir Oktober 2026, Berlaku Januari 2027

“Nah, memang tadi ada juga kita bahas tentang beberapa tempat di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera,” imbuhnya.

Bahlil menyebut distribusi terkendala pendangkalan sungai akibat cuaca kemarau sehingga kapal berukuran besar tidak dapat masuk.

“Tadi Pak Dirut Pertamina menyampaikan kepada saya, ada beberapa wilayah yang tadinya kita distribusi kapal pakai sungai, sekarang sebagian sungai itu mengalami pendangkalan akibat cuaca. Karena pendangkalan, maka tadinya kapal yang bisa masuk dengan skala besar, itu tidak bisa lagi,” jelas Bahlil.

Baca Juga:  100 Hari Direksi Baru BEI Lanjutkan Reformasi dan Pendalaman Pasar

Pertamina mengalihkan distribusi dari kapal ke transportasi darat yang membutuhkan waktu lebih lama.

“Jadi kita mengalihkan dengan transportasi darat, dan itu sebagian memakan waktu. Tapi sekalipun demikian, kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Bahlil menegaskan cadangan BBM nasional masih di atas 16-18 hari.

“Jadi overall tidak ada sesuatu yang harus kita khawatirkan secara cadangan nasional. Sekarang distribusinya kita perlancar. Jadi distribusi dari satu kota ke kota yang lain, ini yang saya minta kepada Pertamina untuk menambah armada,” ujarnya.

Baca Juga:  Suroso Isnandar Resmi Jabat Dirut PLN

Sebelumnya, Bahlil menambah kuota Pertalite 15 hari dan tujuh kapal pasok BBM di Bali untuk mengurai antrean.

Editor: Lilicya