Kepala BGN Buka Suara Soal Pencambukan Pegawai Dapur MBG di Bogor

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono buka suara terkait kasus pencambukan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bogor, Jawa Barat.

Sudaryono menegaskan tindakan kekerasan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Apapun alasannya kan tidak bisa dibenarkan tindakan kekerasan,” ujar Sudaryono setelah rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (19/10).

Baca Juga:  Dekan FH PTN Indonesia Desak Pemerintah Tegakkan Hukum Karhutla

Ia mengatakan BGN akan menunggu hasil pemeriksaan untuk menentukan langkah selanjutnya. Pihaknya memastikan tidak akan mengintervensi proses pemeriksaan.

“Intinya kita lihat hasil pemeriksaannya seperti apa, terus kemudian seperti apa deliknya. Saya intinya saya tidak ada intervensi, kita periksa seadil mungkin, kita periksa sebaik mungkin, apa pun rekomendasinya saya tidak ada masalah,” katanya.

Sudaryono juga mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk melaporkan kejadian tersebut melalui jalur hukum.

Baca Juga:  RI Tolak Izin Konser Israel Houghton

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana sebelumnya mengungkapkan pencambukan dipicu perselisihan antara Koordinator Wilayah SPPG Purwakarta berinisial GD dan Kepala SPPG Purwakarta berinisial RAN.

Kedua pihak disebut telah berdamai, namun BGN tetap meminta proses hukum berjalan karena peristiwa dinilai mencoreng nama baik institusi.

“Walaupun saling memaafkan, di antara mereka sudah ada perdamaian, tetap kita minta proses hukum, karena sudah mencoreng nama baik institusi,” kata Ketut, Sabtu (17/10).

Baca Juga:  Banjir Terjang Sumatera

Video seorang pria yang diduga dicambuk menggunakan selang di salah satu ruangan KPPG Bogor viral di media sosial. Kepala KPPG Bogor Haidir mengatakan peristiwa terjadi Rabu (14/10) sekitar pukul 15.00 WIB.

Polisi mengidentifikasi GD sebagai terduga pelaku penganiayaan dan RAN sebagai korban.

Editor: Lilicya