Wujudkan Indonesia Emas 2045, UNESA Gelar Seminar Nasional Mobilitas Akademik Berkelanjutan

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) resmi membuka Seminar Nasional Mobilitas Akademik Tahun 2026 di Auditorium UNESA, Kampus Lidah Wetan, Sabtu (7/2). Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni, Prof. Dr. Martadi, M.Sn., ini mengusung tema “Mobilitas Akademik Berdampak dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas 2045: Sinergi Kebijakan, Implementasi, dan Dampak Nyata.”

Dalam sambutannya, Prof. Martadi menekankan pentingnya pengembangan diri melalui sembilan program unggulan, mulai dari pertukaran mahasiswa, magang, Kampus Mengajar, hingga riset dan wirausaha. Ia mendorong mahasiswa untuk memilih program yang sesuai dengan passion guna meningkatkan nilai tambah diri sebelum terjun ke dunia kerja.

Baca Juga:  Prodi Ilmu Komunikasi Unesa Jalani Visitasi Akreditasi Internasional ACQUIN Jerman

“Soft skill yang diperoleh melalui mobilitas akademik ini sangat penting. Saya berharap karya inovasi mahasiswa selama mengikuti program tidak berhenti begitu saja, tetapi bisa dikonversi menjadi Tugas Akhir (TA), skripsi, atau artikel ilmiah,” ujar Prof. Martadi. Ia juga menargetkan mahasiswa dapat lulus tepat waktu dalam 7 atau 8 semester melalui integrasi kegiatan ini.

Selain itu, ia berpesan kepada panitia untuk memastikan supervisi yang ketat dan menjaga komunikasi dengan mitra kerja. “Jaringan kerja sama harus dirawat, siapa tahu mahasiswa kita bisa langsung direkrut oleh lembaga tempat mereka magang,” tambahnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Gizi, Siswa SD Al Muslim Gaungkan Healthy Inside Active Outside

Hadir sebagai salah satu narasumber, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., menyoroti strategi perguruan tinggi dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Ia menegaskan bahwa meskipun teknologi Artificial Intelligence (AI) berkembang pesat, kekuatan utama tetap terletak pada analisis pemikiran mahasiswa.

“AI hanyalah alat bantu. Analisis dan kreativitas tetap berasal dari pemikiran mahasiswa sebagai aset menuju Indonesia Emas 2045. Pendidikan berkualitas harus terlihat dari inputoutput, hingga outcome yang berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Prof. Dyah.

Baca Juga:  Partisipasi Kuliah RI 32 Persen, Wamendiktisaintek Fokus Perluas Akses Link & Match

Ia mengajak mahasiswa untuk selalu optimis dan fokus pada peluang serta kekuatan yang dimiliki. “Dengan kualitas pendidikan yang bermutu, UNESA diharapkan terus mencetak SDM unggul yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional,” tegasnya.

Editor: William