PASURUAN – Keterbatasan sarana dan prasarana bukan lagi menjadi penghalang bagi guru olahraga di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Pasuruan, untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), tim akademisi dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses mentransformasi metode pengajaran di lingkungan pesantren tersebut.
Kegiatan yang berlangsung konsisten sejak Februari hingga Juli 2025 ini dipelopori oleh Irma Febriyanti, S.Or., M.Kes. Program ini menyasar para guru olahraga dan pendamping dari lulusan pondok guna meningkatkan kompetensi dalam merancang pembelajaran yang inovatif, terstruktur, dan kontekstual.
“Kami ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan pesantren. Hasilnya, guru kini lebih percaya diri dan tidak lagi bergantung pada metode monoton. Mereka mulai mampu menyusun rencana pembelajaran dengan tujuan jelas dan memanfaatkan media sederhana hasil modifikasi,” ujar Irma Febriyanti dalam keterangannya, Sabtu (28/2).
Irma menambahkan bahwa perubahan signifikan terlihat dari antusiasme santri. Pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang sebelumnya pasif kini menjadi lebih hidup dan interaktif. Santri tampak lebih aktif bergerak dan terlibat dalam berbagai permainan kreatif yang disesuaikan dengan kondisi lokal pesantren.
Meski demikian, tim pengabdi mengakui masih ada tantangan seperti manajemen waktu guru dengan jadwal pondok dan penguasaan teknologi. Namun, melalui strategi pemanfaatan potensi lokal, hambatan tersebut berhasil diminimalkan.
Peningkatan efikasi diri guru menjadi poin krusial dalam program ini. Pelatihan ini membuktikan bahwa kreativitas dan pendekatan yang tepat menjadi kunci utama peningkatan kebugaran serta pembentukan karakter santri, tanpa harus selalu bergantung pada fasilitas yang mewah.
Editor: Lilicya


