JAKARTA – Platform layanan transportasi online global, inDrive, resmi meluncurkan “Program Pengemudi Sejahtera” untuk memperkuat ekosistem bisnis yang adil dan berkelanjutan di Indonesia. Melalui program ini, inDrive berkomitmen melindungi kesejahteraan pengemudi lewat pendekatan sistemik dan tematik.
Country Manager inDrive Indonesia, Rio Aristo, menyatakan bahwa kesejahteraan pengemudi merupakan kunci keberlangsungan bisnis dan sistem ekonomi. Secara sistemik, inDrive menerapkan kebijakan komisi maksimal hanya 15 persen.
“Komisi yang rasional dan rendah kami hadirkan untuk memastikan fleksibilitas pendapatan pengemudi,” ujar Rio dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Senin (2/3).

Selain potongan komisi yang kompetitif, inDrive menjalankan pendekatan tematik melalui inisiatif Bantuan Hari Raya (BHR) bagi pengemudi dengan kualifikasi kinerja tertentu. Perusahaan juga melakukan uji coba fasilitasi pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan guna mendorong kesadaran pengemudi akan pentingnya perlindungan sosial mandiri.
Langkah inDrive ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perhubungan, serta BPJS Ketenagakerjaan.
Pihak pemerintah melalui Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Chairul Saleh, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai upaya meningkatkan produktivitas pekerja di sektor transportasi daring.
Sejak hadir di Indonesia pada 2019, inDrive kini telah beroperasi di lebih dari 70 kota. Dengan program ini, inDrive berharap dapat menciptakan dampak sosial yang nyata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat dalam ekosistem transportasi online di Indonesia.
Editor: Emily


