PDUF MUI dan Bupati Trenggalek Kembangkan Green Carbon

TRENGGALEK – Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Trenggalek menjajaki peluang kolaborasi strategis terkait pengembangan Green Carbon (karbon hijau) dan persiapan peringatan Hari Santri, Jumat (26/6).

Pertemuan awal untuk memperkuat sinergi ini dihadiri langsung oleh Ketua Komisi PDUF MUI Jatim KH Miftah Jauhari (Gus Miftah), Ketua Departemen 5 Mochamad Badowi, Ketua Departemen 3 M. Syafi’i, serta Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin.

Ketua Komisi PDUF MUI Jatim, H. Miftah Jauhari (Gus Miftah), menyatakan bahwa dana umat dan program pemberdayaan kini harus diarahkan ke sektor produktif yang berdampak jangka panjang demi membangun ekosistem filantropi modern.

Baca Juga:  MUI Jatim Gelar Doa untuk Negeri, Sambut Tahun Baru Islam 1448 H

“Dana umat, kemitraan, dan program sosial perlu dikelola sebagai kekuatan pemberdayaan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi, menjaga lingkungan, dan menghadirkan kemaslahatan,” kata Gus Miftah.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, menyambut baik rencana kerja sama ekonomi hijau dan kegiatan sosial-keagamaan ini karena dinilai selaras dengan arah pembangunan daerah.

“Trenggalek terbuka terhadap kolaborasi yang mendukung pembangunan hijau, penguatan ekonomi daerah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Nur Arifin.

Dalam pembahasan ekonomi hijau, kedua pihak fokus pada pengembangan Green Carbon dan perdagangan karbon (carbon trading) sebagai instrumen ekonomi baru yang terukur, transparan, dan akuntabel.

Baca Juga:  ARTOTEL Surabaya Gelar Pameran Seni Rupa Fraktal

Ketua Departemen 5 Bidang Riset dan Konsultansi Bisnis PDUF MUI Jatim, Mochamad Badowi, menegaskan bahwa program karbon harus mampu menghubungkan konservasi lingkungan dengan penguatan ekonomi umat secara nyata, bukan sekadar agenda seremonial.

PDUF MUI Jatim melalui Departemen 5 siap mengambil peran dalam penguatan kajian, pemetaan potensi, penyusunan model kolaborasi, hingga pendampingan program di lapangan.

Selain isu lingkungan, PDUF MUI Jatim melalui Departemen 3 Bidang Kerja Sama Korporasi juga mematangkan rencana kolaborasi Hari Santri yang akan diisi dengan kegiatan santunan dan pengajian di Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga:  Masjid Award Jatim 2026, DMI: Maksimalkan Pelayanan ke Jemaah

Ketua Departemen 3 PDUF MUI Jatim, M. Syafi’i, berharap momentum Hari Santri ini dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus meneguhkan peran santri dalam pembangunan daerah.

Ke depan, penjajakan ini akan ditindaklanjuti dengan langkah konkret mulai dari identifikasi potensi daerah, penyusunan kajian awal, pengembangan proyek percontohan (pilot project), hingga penguatan literasi masyarakat dengan melibatkan pemerintah, akademisi, pesantren, dan dunia usaha.

Teks: Agil
Editor: Deta