Menperin Apresiasi Gaikindo Gelar GIIAS 2025

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menyelenggarakan GIIAS. Pameran otomotif tahunan terbesar di Indonesia ini disebut menjadi komitmen nasional mendukung Indonesia.

“Di bawah kementerian, kami sangat apresiasi Gaikindo telah membuktikan dirinya sebagai mitra strategis dan mitra terpercaya bagi pemerintah, baik itu dalam masa-masa sulit, seperti Covid, maupun dalam masa-masa lain,” ucap Agus, membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di Tangerang, Kamis (24/7).

Baca Juga:  Krista Gelar EastFood Indonesia Expo 2026 di Surabaya, Diikuti 180 Peserta Lintas Negara

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas iklim usaha agar sektor otomotif tetap menjadi andalan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.

“Kita pemerintah berkomitmen untuk menciptakan iklim usaha yang stabil, termasuk melalui kebijakan yang bertujuan menjaga pembentukan harga yang terjangkau, serta memastikan agar sektor manufaktur, khususnya industri otomotif, tetap menjadi sektor utama penciptaan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dia mengatakan Indonesia sedang mengalami masa sulit perekonomian hingga daya beli rendah yang berdampak bikin susah industri otomotif. Meski begitu dia menyebut situasi ini cuma ‘numpang lewat’ dan otomotif akan bangkit.

Baca Juga:  Indeks Keyakinan Konsumen Jatim Mei 2026 Tetap Kuat

“Ini yang saya sampaikan dari awal, ini kita lihat sebagai masa transisi dan kita sangat optimis bahwa ini hanya numpang lewat saja, hanya sebentar saja,” kata Agus.

“Bahwa ekonomi Indonesia akan segera pulih, pasar akan segera kelihatan, dan ketika momentum itu datang, industri otomotif kami harapkan telah siap untuk terbang tinggi. Dengan progresi yang lebih kuat, efisien dan tentu berdaya saing tinggi,” katanya lagi.

Baca Juga:  East Food Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 20 Ribu Pengunjung di Surabaya

Menurut dia industri otomotif di dalam negeri kuat lantaran ada kebijakan soal penggunaan konten lokal atau TKDN. Dia menganggap TKDN memperkuat struktur biaya, membuka peluang pengembangan industri komponen dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Editor: William

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *