Prabowo Umumkan Indonesia Capai Swasembada Pangan

Presiden RI Prabowo Subianto bersyukur mengumumkan bahwa Indonesia kembali mencapai swasembada pangan. Prabowo menyebut Indonesia tidak perlu lagi bergantung kepada negara lain untuk impor pangan.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Rabu 7 Januari tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ucap Prabowo dalam acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1)

Prabowo menyebut Indonesia adalah negara yang sangat kaya, namun dia prihatin dan sedih karena banyak kekayaan bangsa yang bocor dan tidak memberi manfaat maksimal bagi rakyat.

Baca Juga:  Di ITS, Mentrans Tekankan Transmigrasi untuk Ekonomi Baru Indonesia

Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya, diundang hari ini pada acara panen raya dan pengumuman resmi bahwa Indonesia berhasil kembali menjadi bangsa yang swasembada pangan. Saya selalu katakan, di mana-mana, bahwa bangsa Indonesia harus sungguh-sungguh menjadi bangsa yang waspada. Bangsa yang selalu mau mengoreksi diri, bangsa yang selalu berani menghadapi segala keadaan.”

“Kita mengerti dan paham, bangsa kita bangsa yang kaya. Setelah saya dipilih dan diangkat menjadi presiden, setelah saya ambil alih pemerintahan, saya lebih paham dan mengerti atas kekayaan kita. Tapi saya prihatin, saya sedih, dengan kenyataan bahwa kekayaan kita yang tidak pandai kita kelola hingga banyak yang bocor. Dari dulu saya mengerti hal ini, tapi sekarang saya tidak mengerti seberapa besar yang bocor,” katanya menambahkan.

Baca Juga:  Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Jatim Komitmen Tingkatkan Integritas Melayani Umat

Lebih lanjut Prabowo menegaskan nuraninya tidak bisa menerima kenyataan bahwa sebuah bangsa yang telah berjuang ratusan tahun untuk merdeka justru belum bisa membuat kekayaannya dinikmati sebagian besar rakyatnya.

Di tengah kekayaan nasional, ketergantungan impor pangan itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal dan harus segera diakhiri. Prabowo mengatakan Indonesia tidak boleh bergantung pada negara lain.

“Saya tidak dapat menerima di akal sehat saya dan di hati saya, bagaimana negara yang begini makmur yang berjuang ratusan tahun untuk merdeka, tetapi kekayaannya kurang dinikmati oleh sebagian besar rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.

Baca Juga:  KUHP Bungkam Kebebasan Berpendapat, Ini Kata Menkum

“Terutama yang tidak masuk di akal saya, bagaimana bisa negara yang begini besar, negara yang diberi karunia oleh Yang Maha Kuasa, bumi yang luas, kaya dan tanah yang subur tetapi kita bergantung pada bangsa lain untuk pangan kita, kita impor pangan, tidak masuk di akal saya,” sambungnya.

Editor: Lilicya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *