Pemerintah akan membentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru yang bergerak di sektor tekstil. Hal itu sejalan dengan upaya memajukan industri padat karya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan hal itu dibahas dalam Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor.
“Akan membentuk BUMN baru khusus tekstil, tidak menghidupkan kembali,” kata Airlangga di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.
Menurut Airlangga, modal awal perusahaan pelat merah baru itu sebesar US$ 6 miliar atau sekitar Rp101,17 triliun (asumsi kurs Rp16.863 per dolar AS).
Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) disebut akan menyiapkan suntikan modal jumbo tersebut.
“Bapak Presiden mengingatkan kita pernah mempunyai BUMN Tekstil, dan ini akan dihidupkan kembali, sehingga pendanaan US$ 6 bilion nanti akan disiapkan oleh Danantara,” terangnya.
Editor: William


