Suasana Taman Bungkul Surabaya mendadak khidmat sekaligus ceria pada Kamis (29/1). Sebanyak 192 murid dari KBTK Al Falah Surabaya berkumpul untuk mengikuti simulasi manasik haji cilik. Mengenakan pakaian ihram serba putih, para peserta cilik ini terbagi ke dalam 14 kloter untuk mempraktikkan rukun Islam kelima.
Kepala KBTK Al Falah Surabaya, Ustazah Rina Rahayu, menyampaikan bahwa agenda rutin tahunan ini merupakan upaya sekolah untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan sejak usia dini.
“Harapannya, nilai-nilai untuk menjalankan ibadah haji sudah tertanam sejak dini. Kami mengenalkan prosesi lengkap, mulai dari miqat, niat haji, hingga pembayaran dam melalui infak yang nantinya disalurkan untuk Bazar Amal di bulan Ramadhan,” ujar Ustazah Rina.

Tak sekadar berkeliling, anak-anak juga disuguhi penampilan sosiodrama yang menceritakan kebesaran Allah melalui peristiwa munculnya air zam-zam, pembangunan Kakah, hingga kisah Nabi Ismail AS. Setelah wukuf di Arafah dan salat dua rakaat, para “jamaah cilik” ini melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mengambil batu, melempar jumroh (Ula, Wustha, dan Aqabah), hingga melakukan Sa’i dan tahallul.
Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari para murid, tetapi juga wali murid. Bunda Vero, salah satu orang tua siswa, mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan ini.
“Anak saya sangat excited sekali. Kegiatan ini menjadi landasan penting bagi anak untuk memahami tata cara ibadah haji dan membangun karakter Islami sejak kecil,” ungkapnya.
Melalui pengalaman berharga ini, KBTK Al Falah berharap para murid tidak hanya sekadar tahu prosesi haji, tetapi memiliki ikatan spiritual yang lebih kuat kepada Allah SWT di masa depan.
Editor: William


