Program Perdana PDU MUI Jatim, Santuni 2.026 Yatim dan Dhuafa

Komisi Pengembangan Dana Umat (PDU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur resmi menetapkan program perdana mereka di bulan Ramadan mendatang. Melalui keputusan rapat komisi yang digelar Kamis (5/2), PDU MUI Jatim sepakat untuk melakukan kick-off kegiatan dengan memberikan santunan kepada ribuan yatim dan dhuafa.

Ketua Komisi PDU MUI Jatim, KH Miftah Jauhari, mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat mengalami peningkatan signifikan dari rencana awal. Jika sebelumnya menyasar 1.000 orang, kini disepakati angka simbolis sesuai tahun berjalan.

Baca Juga:  MWCNU Gubeng Gelar Musker ke-8, Perkuat Koneksi dan Totalitas Berkhidmat

“Alhamdulillah, dengan masukan dari berbagai pihak di internal PDU MUI Jatim, akhirnya muncul angka 2.026 yatim dhuafa. Sebelumnya sempat muncul angka 1447 (Hijriah), namun setelah diskusi panjang, kami memutuskan menggunakan acuan tahun Masehi,” ujar KH Miftah Jauhari.

Pemilihan angka 2.026 ini bukan tanpa alasan. Menurut KH Miftah, angka tersebut memiliki makna filosofis sebagai penanda awal masa khidmat kepengurusan yang dimulai pada tahun 2026.

“Ini sebagai simbol bahwa di awal masa khidmat, kita mulai dengan memberi dan menyantuni. Pengembangan dana umat pada hakikatnya adalah mentasarufkan dana kepada mereka yang membutuhkan. Kami berharap ini menjadi pembuka agar program PDU ke depan semakin baik dan bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.

Baca Juga:  Rapat Pleno Putuskan Gus Yahya Kembali Jadi Ketum PBNU

Terkait teknis pelaksanaan dan pengembangan program ke depan, PDU MUI Jatim menegaskan akan bersinergi dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) di wilayah Jawa Timur. KH Miftah menyebut kolaborasi ini merupakan sebuah kepastian karena adanya kesamaan visi dalam dunia filantropi.

Komposisi kepengurusan PDU sendiri telah melibatkan praktisi dari LAZ yang memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi. Hal ini dilakukan untuk memastikan tiga unsur utama PDU, yakni narasi, aksi, dan donasi dapat berjalan beriringan.

Baca Juga:  Uji Coba Digitalisasi Bansos 40 Daerah

“Pasti kita akan berkolaborasi dengan LAZ yang ada di Jawa Timur. Fokus utama kami saat ini adalah mengatur komposisi kolaborasi tersebut agar tidak saling tumpang tindih. Ini menjadi PR kami untuk memastikan semua bergerak bersama secara efektif,” pungkasnya.

Editor: William