15 Tahun Kolaborasi Unesa-CCNU, Cetak Talenta Mandarin Berdaya Saing Global

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersama Central China Normal University (CCNU) resmi memperingati 15 tahun kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) bahasa Mandarin. Momentum ini ditandai dengan rapat koordinasi yang digelar di Gedung Rektorat CCNU, Tiongkok, pada Jumat (17/4).

Rektor Unesa, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menyatakan bahwa Confucius Institute (CI) di Indonesia telah mengalami transformasi besar. Saat ini, lembaga tersebut tidak hanya menjadi tempat kursus bahasa, tetapi berkembang menjadi pusat pertukaran budaya, kolaborasi akademik, hingga pusat sertifikasi internasional HSK.

Baca Juga:  Unesa Terima 6.509 Mahasiswa Jalur SNBP 2026, 1.293 Penerima KIP Kuliah

“Capaian ini mencerminkan komitmen bersama dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok. Program yang dijalankan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” ujar pria yang akrab disapa Cak Hasan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Rektor CCNU, Wu Tong, memaparkan lima fokus utama pengembangan ke depan. Fokus tersebut meliputi penguatan pengajaran bahasa Mandarin, pertukaran budaya, penyelenggaraan ujian HSK, peningkatan pelatihan guru, serta perluasan kemitraan akademik.

Baca Juga:  UNAIR Umumkan Hasil SNBP 2026, Terima 2.506 Mahasiswa

Salah satu terobosan yang direncanakan adalah pembukaan mata kuliah bahasa Mandarin umum bagi mahasiswa lintas disiplin di Unesa. Selain itu, kedua institusi sepakat membangun pusat pelatihan guru bahasa Mandarin di Jawa Timur yang berbasis di Unesa dengan dukungan sertifikasi dari Kementerian Pendidikan.

“Langkah ini bertujuan meningkatkan kompetensi bahasa sekaligus memperkuat daya saing lulusan di dunia kerja global,” tegas Wu Tong.

Direktur CI pihak Tiongkok, Zhu Li, menambahkan bahwa tahun ini pihaknya juga memprioritaskan pengembangan fasilitas, termasuk rencana pembangunan kantor baru dan renovasi ruang kegiatan di lingkungan kampus. Hal ini dilakukan agar kegiatan CI lebih terintegrasi dengan fasilitas akademik seperti laboratorium bahasa.

Baca Juga:  Lolos SNBP 2026 di Unesa, Catat Jadwal Daftar Ulangnya

Selain pengembangan kurikulum dan infrastruktur, pertemuan tersebut juga membahas evaluasi struktur organisasi CI agar lebih efektif, serta peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pengajar relawan guna menjaga kualitas keberlanjutan program di masa depan.

Editor: William