Wamendikdasmen Blacklist Peserta Pengguna Joki UTBK di Unesa

SURABAYA – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Prof. Atip Latipulhayat, menegaskan tindakan tegas terhadap praktik perjokian dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Peserta yang terbukti menggunakan jasa joki akan didiskualifikasi dan dikenakan sanksi blacklist selamanya dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Penegasan tersebut disampaikan Prof. Atip usai meninjau pelaksanaan UTBK hari kedua di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (22/4). Langkah ini merupakan respons atas temuan dugaan kecurangan yang terjadi pada hari pertama ujian, Selasa (21/4).

Baca Juga:  15 Tahun Kolaborasi Unesa-CCNU, Cetak Talenta Mandarin Berdaya Saing Global

“Perbuatan tersebut jelas merupakan tindakan kriminal karena melakukan pemalsuan identitas dan mengambil hak orang lain. Sanksinya harus blacklist di seluruh jalur masuk PTN, termasuk jalur Mandiri,” ujar Prof. Atip.

Ia menambahkan bahwa integritas adalah fondasi utama pendidikan. Menurutnya, tindakan tidak jujur sejak awal proses masuk perguruan tinggi akan berdampak buruk pada karakter mahasiswa di masa depan.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Prof. Dr. Martadi, membeberkan kronologi terungkapnya kasus perjokian di kampus tersebut. Pelaku terdeteksi di ruang 5 Gedung Rektorat Unesa Kampus Lidah Wetan setelah sistem mendeteksi ketidaksesuaian data.

Baca Juga:  Lolos SNBP 2026 di Unesa, Catat Jadwal Daftar Ulangnya

“Kami menemukan potensi kecurangan melalui pengolahan data menggunakan generate AI. Ditemukan sebuah foto dengan tingkat kemiripan 95 persen yang pernah digunakan pada SPMB tahun lalu dengan nama yang berbeda,” jelas Prof. Martadi.

Berdasarkan penelusuran, foto tersebut sempat terdaftar di salah satu PTN di Semarang pada 2025, namun peserta saat itu tidak hadir karena adanya penangkapan joki di Bandung. Tahun ini, pelaku kembali menggunakan foto yang sama untuk mendaftar dengan identitas berbeda.

Baca Juga:  Perkuat Riset Kesehatan Mental, Unesa Gandeng University of Newcastle Australia lewat Program Matchmaking LPDP

Meskipun pelaku telah teridentifikasi, pihak Unesa tetap membiarkan yang bersangkutan mengikuti proses ujian hingga selesai untuk menghormati hak peserta, sebelum kemudian diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

Editor: William