SURABAYA – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya inovasi melalui penyelenggaraan Seleksi Penghargaan Karya Inovasi bertajuk Innovation Gateway 2026 yang digelar pada 13 Mei 2026. Mengusung tema ENERGIQ (Empowering New Energy, Resilience, Growth & Innovation Quality), ajang ini menjadi wadah bagi insan PLN untuk menghadirkan solusi kreatif dan adaptif dalam mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Unit Pelaksana Transmisi (UPT) di bawah naungan PLN UIT JBM. Sebanyak 16 tim inovasi menampilkan karya terbaiknya dan berkompetisi dalam empat kategori, yakni kategori transmisi, technical supporting, aplikasi dan smart system, serta proses bisnis manajemen.
Dalam kategori transmisi, tim inovator dari UPT Surabaya berhasil meraih juara melalui karya inovasi bertajuk SPARTAN (Smart Real-Time Lightning Strike and Leakage Current Monitoring System for Transmission Line and Substation Reliability). Inovasi ini dinilai mampu meningkatkan keandalan sistem transmisi melalui pemantauan sambaran petir dan arus bocor secara real-time.
Sementara itu, kategori technical supporting dimenangkan oleh UPT Probolinggo lewat inovasi TACTIC (Temporary Adaptive Clamp for Terminal Installation Connection) yang menghadirkan solusi adaptif dalam mendukung pekerjaan teknis instalasi. Pada kategori aplikasi dan smart system, UPT Surabaya kembali unggul melalui inovasi WARNOTO (Warehouse Control for Transmission) yang berfokus pada pengelolaan gudang transmisi secara lebih efektif dan terintegrasi.
Adapun kategori proses bisnis manajemen berhasil dimenangkan oleh UPT Madiun melalui inovasi KARYANTO (Katalog Aset Realtime yang Tersistem Otomatis) yang dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset berbasis digital dan data real-time.
Salah satu peserta seleksi, Zeindidia Yusak, menyampaikan bahwa kompetisi tahun ini berlangsung sangat kompetitif dengan proses penilaian yang mendalam dari para dewan juri.
“Seleksi kali ini berlangsung cukup ketat dan para juri sangat kritis dalam menganalisis setiap karya inovasi yang dipresentasikan. Namun demikian, tim kami telah mempersiapkan diri dengan matang sehingga mampu memberikan performa yang optimal,” ujarnya.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan bahwa Innovation Gateway merupakan bagian dari upaya PLN dalam membangun budaya kerja inovatif yang berorientasi pada peningkatan kinerja, efisiensi operasional, serta keandalan sistem ketenagalistrikan.
“Inovasi menjadi salah satu kunci utama dalam menghadapi tantangan industri ketenagalistrikan yang terus berkembang. Melalui Innovation Gateway 2026 ini, kami ingin mendorong lahirnya ide-ide kreatif, solusi aplikatif, dan transformasi kerja yang dapat memberikan nilai tambah nyata bagi perusahaan maupun pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ika.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh karya inovasi yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap kompetisi, tetapi dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dan menjadi best practice di lingkungan PLN.
Melalui ajang Innovation Gateway 2026, PLN UIT JBM berharap budaya inovasi terus tumbuh di seluruh unit kerja sehingga mampu melahirkan berbagai terobosan yang mendukung transformasi perusahaan, memperkuat keandalan pasokan listrik, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan PLN di masa depan.
Editor: William


