Munas PERDISKI, Kemenag Jatim Serukan Pembentukan Generasi Berkarakter Pembawa Damai

SURABAYA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim), Akhmad Sruji Bahtiar, menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) PERDISKI (Pendidik Siswa Kristen Indonesia) yang digelar di Gereja Mawar Sharon, Surabaya, Kamis (2/7). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.

Mengusung tema “Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Bangkit dan Bersinar, Indonesia Kuat”, Munas PERDISKI menjadi forum strategis untuk memperkuat peran guru Pendidikan Agama Kristen dalam meningkatkan mutu pendidikan keagamaan sekaligus membangun karakter peserta didik.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Kementerian Agama menyambut baik kehadiran dan kiprah PERDISKI sebagai organisasi profesi yang berkontribusi dalam penguatan pendidikan keagamaan Kristen di Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Panggil Bos PLN, 2 Pembangkit Listrik Rusak

“Pendidikan Kristen tidak boleh berjalan biasa-biasa saja. Pendidikan harus relevan, transformatif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Injil. Kita tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang pintar secara akademik, tetapi juga harus membentuk pribadi yang takut akan Tuhan, hidup dalam kasih, menghargai keberagaman, serta siap menjadi pembawa damai di tengah masyarakat yang majemuk,” ujarnya.

Kakanwil juga mengajak seluruh peserta Munas untuk terus menjaga semangat pelayanan yang tulus, rendah hati, dan berorientasi pada kemuliaan Tuhan. Menurutnya, Munas PERDISKI diharapkan tidak hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga melahirkan gagasan-gagasan strategis yang mampu memperkuat pembinaan siswa Kristen di Indonesia.

Baca Juga:  Prabowo Pakai AI di MBG, untuk Apa?

“Munas ini harus menghasilkan gagasan-gagasan besar dan komitmen bersama untuk memperluas dampak pembinaan siswa Kristen di Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Aries Agung Paewai menyampaikan harapannya agar Munas PERDISKI mampu melahirkan berbagai inovasi dan pemikiran baru yang memperkuat kontribusi guru Pendidikan Agama Kristen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Ia menilai peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga teladan yang membentuk karakter peserta didik. Menurutnya, perhatian, kasih sayang, dan keteladanan seorang guru merupakan nilai yang tidak akan pernah dapat tergantikan oleh teknologi.

Ketua Panitia Munas PERDISKI 2026, Riovold Yulianto, melaporkan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 800 peserta yang berasal dari 30 provinsi di Indonesia.

Baca Juga:  Demo Rusuh di Surabaya, PCNU: Jangan Cederai Substansi Demokrasi

Sementara itu, Ketua Umum PERDISKI, Yusak, menyampaikan bahwa meskipun PERDISKI merupakan organisasi yang masih baru, keberadaannya diharapkan menjadi wadah kebersamaan bagi guru Pendidikan Agama Kristen sekaligus pusat pendidikan Kristen yang mandiri, profesional, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Alkitab.

Turut hadir dalam pembukaan Munas PERDISKI Ketua Bapemperda DPRD Provinsi Jawa Timur, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jawa Timur, Direktur Rumah Sakit Menur, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pembimas Kristen Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Teks: Bagus
Editor: Martin