Hari Batik Nasional 2026 Digelar 30 September – 4 Oktober di Surabaya

SURABAYA – Yayasan Batik Indonesia (YBI) bersama Komite Hari Batik Nasional 2026 akan menggelar rangkaian perayaan Hari Batik Nasional (HBN) 2026 di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 September hingga 4 Oktober 2026.

Tahun ini HBN mengangkat Batik Tulungagung sebagai salah satu fokus utama sekaligus memperkenalkan kekayaan batik Jawa Timur dengan memadukan tradisi, kreativitas, teknologi, dan pengalaman di ruang publik.

Surabaya ditetapkan sebagai tuan rumah HBN 2026 sebagai langkah awal menuju konsep perayaan yang diselenggarakan bergilir di berbagai provinsi.

HBN 2026 secara khusus mengangkat Batik Tulungagung yang memiliki beragam motif khas, antara lain Batik Lurik Bhumi Ngrowo, Gajah Modo, Bangoan, Majanan, dan Kalangbret. Pengangkatan tersebut sebagai upaya memperluas apresiasi terhadap keberagaman motif, filosofi, dan kreativitas batik Jawa Timur.

Baca Juga:  KPPU dan Pusan National University Bahas Perbandingan Penegakan Persaingan Usaha RI - Korsel

Rangkaian HBN 2026 akan diawali Pameran Hari Batik Nasional pada 30 September–4 Oktober 2026 di Grand Atrium dan Corridor Plaza Tunjungan 3, Surabaya. Pameran menghadirkan karya perajin khususnya dari Jawa Timur, dengan pendekatan interaktif melalui panggung berbasis teknologi LED dan LED floor yang menyajikan visual batik secara imersif.

Beragam program juga akan digelar, mulai dari fashion show, Reels Competition, workshop digital UMKM berbasis AI, pertunjukan musik dan seni, hingga kegiatan kreatif anak.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan ekspor batik Januari-Agustus mengalami kontraksi 13,76 persen, sehingga pasar domestik harus diamankan.

Baca Juga:  BI Jatim Apresiasi Responden Survei,  Sosialisasikan Transaksi Mata Uang Lokal

“Dibanding tahun ini ada perlambatan kontraksi 13,76 persen. 80 persen manufaktur dijual dalam negeri, begitu juga dengan batik. Kalau kita tak peduli, maka ini ancaman, tinggal sejarah,” ujar Reni di Surabaya, Rabu (16/9).

Menurut Reni, industri batik tersebar di 23 provinsi dengan konsentrasi terbesar di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, serta menyerap banyak tenaga kerja. Kemenperin menjalin kerja sama dengan YBI untuk menjaga keberlanjutan dan mendorong regenerasi anak muda.

Ketua YBI Gita Pratama Kartasasmita mengatakan HBN 2026 mengusung semangat mendekatkan batik kepada generasi muda.

“Kami ingin generasi muda bisa mencintai batik dengan alasannya sendiri. Pangsa pasar batik belum menyentuh Gen Z. Saya ingin pangsa pasarnya ke sana,” ujarnya.

Baca Juga:  BI Beri Insentif Perbankan Rp446,5 Triliun hingga Awal Agustus 2026

YBI akan menggelar kuliah umum batik bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, pelatihan aksesori dan sepatu batik, serta fashion show yang melibatkan anak muda.

Ketua Panitia HBN 2026 Wirasno menambahkan perayaan tahun ini mendorong faktor pariwisata.

“Kita soroti dan mendorong Batik Tulungagung sehingga bisa dikenal luas. Pengrajin di 38 kabupaten/kota Jatim kita libatkan untuk memamerkan,” katanya.

Selain itu, HBN 2026 menghadirkan 10 kapal batik berlayar. Pada puncak perayaan 2 Oktober, masyarakat dapat menaiki kapal tersebut secara gratis.

Teks & foto: Bagus
Editor: Lilicya