BI Targetkan Pangsa Pasar Keuangan Syariah Tembus 15 Persen di 2028

SOLO – Bank Indonesia (BI) menargetkan pangsa pasar keuangan syariah nasional mencapai 12 hingga 15 persen pada 2028. Target tersebut dipaparkan dalam visi strategis Ekonomi dan Keuangan Syariah (Eksyar).

Ini disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Yono Haryono, di Solo, Senin (5/10).

Dalam paparan bertajuk “Strategic Visioning: Inisiatif Strategis Kebijakan Eksyar”, Yono menyebut posisi industri syariah 2024 menunjukkan tren positif namun masih perlu akselerasi. Pangsa pasar Halal Value Chain (HVC) nasional saat ini sekitar 25 persen didominasi sektor pertanian dan makanan minuman, sedangkan pangsa pasar keuangan syariah 11 persen.

Baca Juga:  Pendapatan Negara di Jatim Capai Rp167,52 Triliun Hingga Agustus, Tumbuh 8,89 Persen

“Pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah per Maret 2024 tumbuh 12 hingga 14 persen. Pembiayaan Peer-to-Peer Syariah telah menyentuh Rp3,22 triliun dengan tingkat literasi eksyar 23,3 persen,” ujar Yono.

Ia mencatat sejumlah tantangan, antara lain fragmentasi struktur perbankan syariah, keterbatasan inovasi produk, belum optimalnya pembiayaan sektor unggulan, dan infrastruktur Jaminan Produk Halal yang belum memadai.

Untuk mengatasinya, BI menyiapkan tiga inisiatif strategis, yakni penguatan ekosistem HVC yang terintegrasi untuk mendukung stabilitas harga, perumusan kebijakan makroprudensial syariah dan implementasi UU P2SK untuk peningkatan pembiayaan, serta pembangunan ekosistem keuangan sosial syariah untuk mendorong inklusi.

Baca Juga:  PLN UIT JBM Tingkatkan Sistem Proteksi Petrokimia Gresik

Melalui inisiatif tersebut, BI membidik pada 2028 pangsa pasar HVC meningkat menjadi 25-28 persen, ekspor produk halal di atas 3,5 persen, sertifikasi halal lebih dari 7 juta produk, literasi eksyar di atas 50 persen, dan inklusi keuangan syariah 15-18 persen.

Teks: Bagus
Editor: William