Smamda EduFair 2026 Hadirkan 32 Kampus, Ada Beasiswa ke Luar Negeri

SURABAYA – SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) kembali menggelar Smamda Education Fair (EduFair) 2026 di Smamda Tower, Rabu (14/10). Ajang tahunan ini diikuti 32 perguruan tinggi negeri, swasta, politeknik, dan institusi pendidikan luar negeri.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Mukhlasin, S.T., M.Pd., mengatakan partisipasi tahun ini meningkat dibanding sebelumnya, baik dari jumlah kampus maupun konsultan pendidikan internasional.

“Tahun ini peminatnya bertambah, konsultan yang hadir juga makin banyak. Ini positif karena bisa membukakan jalan bagi anak-anak yang ingin kuliah ke luar negeri, dan jurusannya pun tidak hanya satu negara saja, melainkan sekian banyak negara,” ujar Mukhlasin.

Baca Juga:  Unesa Dorong Wisudawan Ciptakan Lapangan Kerja

Sejumlah kampus mitra menawarkan kemudahan bagi siswa Smamda, mulai dari potongan biaya pendidikan hingga beasiswa khusus.

“Ada kampus dari Korea yang memberikan keringanan hingga 50 persen, bahkan ada yang sampai 75 hingga 100 persen bagi siswa Smamda yang memiliki kemampuan bahasa asing. Ini merupakan hasil kerja sama dan negosiasi langsung pihak sekolah dengan perguruan tinggi terkait,” jelasnya.

Minat kuliah ke luar negeri terus meningkat. Malaysia dan Singapura menjadi destinasi utama bagi calon mahasiswa Indonesia, terutama untuk jurusan desain dan animasi.

Baca Juga:  Unesa Kirim Mahasiswa ke Australia, Bekali Ketahanan Mental dan Personal Branding

Hal itu diungkapkan pengunjung pameran, Difa Latifa Maharani. Ia melirik Malaysia dan Singapura untuk pendidikan adiknya.

“Untuk saat ini kita tertariknya sekolah di luar negeri itu ada kemungkinan di Malaysia atau Singapura sih. Karena sekolah desain di Malaysia dan Singapura itu bagus, terlebih lagi dari animasinya, kayak Gobooy, Upin & Ipin, Ejen Ali, dan kawan-kawan,” kata Difa.

Ia mengaku konsultan pendidikan sangat membantu membandingkan pilihan negara dan jurusan sesuai minat dan bakat.

Baca Juga:  Wisudawan FIP UNESA Ciptakan Game Edukatif Nina's Smart Choice untuk Siswa SD

“Kalau Jepang kan jauh lebih luas, Korea juga dunia hiburannya jauh lebih luas. Jadi untuk konsultan sendiri pun juga masih kasih beberapa pilihan, tapi balik lagi ke minat ke anaknya nanti gimana,” jelasnya.

Untuk estimasi biaya, Difa menyebut kuliah S1 di Malaysia maupun Jepang berkisar Rp400 juta hingga Rp500 juta untuk tiga tahun studi.

Melalui EduFair, Smamda mendorong siswa memilih jurusan sesuai minat dan bakat agar terhindar dari salah jurusan dan siap menjadi inisiator di masyarakat.

Editor: William