Unesa Raih Penghargaan Mandaya Awards 2026

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) meraih penghargaan Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Penghargaan diterima Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa Dwi Cahyo Kartiko dari Menko PM Muhaimin Iskandar.

Menko PM Muhaimin Iskandar menegaskan keberhasilan program pemberdayaan harus diukur dari dampak nyata, bukan besarnya lembaga maupun anggaran.

“Bukan yang paling besar lembaganya, bukan yang paling mahal anggarannya. Tetapi yang paling kita harapkan dan kita nilai adalah siapa yang dampaknya nyata dan bisa dibuktikan,” tegasnya.

Baca Juga:  Wisuda ke-123 Unesa Kukuhkan 1.511 Lulusan, Rektor Dorong Alumni Progresif dan Kontributif

Ia menjelaskan pemerintah mendorong transformasi pembangunan nasional dari pendekatan bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat berperan sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan produktif.

Wakil Rektor IV Unesa Dwi Cahyo Kartiko mengatakan penghargaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi sivitas akademika untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat.

“Tentu ini menjadi kebanggaan bersama. Kerja sama harus terus diperkuat untuk menghadirkan program-program nyata dan berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati Hari Santri, Siswa SD Muhammadiyah 11 Surabaya Berkostum Gamis dan Sarung

Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa Mufarrihul Hazin menjelaskan capaian ini merupakan hasil pengembangan program pemberdayaan berkelanjutan. Salah satu kekuatan Unesa adalah keberadaan sekitar 89 desa binaan di luar program Kuliah Kerja Nyata (KKN), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), maupun organisasi kemahasiswaan.

Program unggulan yang ditonjolkan adalah International Community Development (ICD) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, yang berfokus pada pemberdayaan peternak, petani, pemuda, dan perempuan. Selain itu, Unesa mengembangkan program di Kampung Banjarsari yang telah menjadi desa binaan selama empat tahun, meliputi pengembangan sarana infrastruktur dan penguatan pertanian.

Baca Juga:  FISIPOL UNESA Resmikan Tiga Fasilitas Baru, Perkuat Ekosistem Mahasiswa Berdampak

“Salah satu rencana yang kami siapkan adalah program One Faculty One Village, bahkan ke depan didorong menjadi One Prodi One Village. Artinya, satu prodi memiliki satu desa binaan. Dengan begitu, kepakaran dan keahlian dosen dapat terhubung langsung dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat desa,” jelasnya.

Unesa juga merencanakan pengembangan aplikasi pemberdayaan desa sebagai penghubung antara persoalan dan potensi desa dengan kompetensi dosen.

Editor: Martin