Film layar lebar berjudul “CCTV: Jika Ada CCTV, Pasti Ada Sisi Lain” garapan ARTV Production bersama ARTV School Surabaya menggandeng aktor senior Sahrul Gunawan sebagai pemeran utama. Film dijadwalkan tayang pada Desember 2026.
Film ini mengangkat kisah prasangka dalam keluarga dengan melibatkan talenta muda Surabaya sebagai pemain.
Produser film, Miss Lie Chen, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya menghadirkan pembelajaran seni peran yang tidak berhenti di ruang kelas.
“Melalui pendekatan ini, pembelajaran akting tidak berhenti pada latihan di kelas,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).
Pemilihan Sahrul Gunawan sebagai tokoh Pak Aldo, sosok ayah yang menjadi pusat cerita, didasarkan pada kebutuhan karakter.
“Kami berharap pengalaman dan kemampuan akting Sahrul Gunawan dapat membuat karakter Pak Aldo terasa lebih hidup, sehingga penonton bisa ikut merasakan ketegangan sekaligus memahami situasi yang dialaminya,” katanya.
Management Talent sekaligus Koordinator Talent ARTV Production, Miss Vianney Nana, menilai kesempatan bermain bersama aktor senior menjadi pengalaman berharga bagi talenta muda untuk belajar memahami karakter, mengendalikan emosi, dan menjaga kedisiplinan produksi.
“Bagi para talent muda, kesempatan berada dalam satu produksi bersama aktor berpengalaman juga menjadi pengalaman yang berharga untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka,” tuturnya.
Sahrul Gunawan mengaku senang dapat terlibat dan bekerja bersama talenta muda Surabaya.
“Film ini juga diharapkan dapat menghibur penonton dan menyampaikan pesan tentang pentingnya memahami fakta sebelum mengambil kesimpulan,” ungkap Sahrul.
Film CCTV bercerita tentang Pak Aldo, seorang karyawan yang memiliki trauma terhadap kamera pengawas. Konflik muncul ketika ia mengetahui kamera CCTV terpasang di rumahnya oleh Karen, diperankan Kimberly Tjoa, untuk mencari bukti kejadian aneh di rumah. Situasi semakin rumit dengan persoalan uang hilang dan dugaan orang masuk ke rumah.
Melalui cerita misteri keluarga ini, penonton diajak melihat bagaimana prasangka dapat memicu konflik dan pentingnya mencari fakta secara menyeluruh sebelum menyalahkan orang lain.
Teks: Bagus
Editor: William


