Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Keputih, Sukolilo, Surabaya menggelar Tabligh Akbar Milad Muhammadiyah ke-114 di Lantai 5 SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Jl. KH Ahmad Dahlan No.2 Keputih, Sabtu (31/10/2026).

Kegiatan bertema “Bersama Satukan Bangsa” ini dirangkai dengan peresmian Multifunction Hall SD Muhammadiyah 26 Surabaya, Rumah Dakwah Muhammadiyah As-Salman, Rumah Usaha Persyarikatan, peletakan batu pertama Gedung 2 LKSA Muhammadiyah KH AR Fachruddin, dan launching Batik Persyarikatan Khas Muhammadiyah Keputih.
Tabligh akbar menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., sebagai pemateri. Acara berlangsung pukul 07.30-11.00 WIB dan dilengkapi cek kesehatan gratis dan bazar UMKM murah.
Dalam tausiyahnya, Muhadjir menyampaikan pesan kebangsaan jelang Milad Muhammadiyah. Menurutnya, Indonesia saat ini berada di masa transisi dengan upaya Presiden Prabowo Subianto melakukan transformasi ekonomi sesuai amanat UUD 1945.
“Presiden kita itu sedang berupaya untuk melakukan transformasi bangunan bangsa ini, terutama dari sisi ekonomi itu ingin betul-betul mengembalikan Indonesia di dalam ril Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33, di mana ekonomi itu harus dikelola sebagai usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan,” ujarnya.
Ia menegaskan ekonomi harus dikelola untuk kedaulatan rakyat dan tidak boleh dikuasai segelintir pihak. Upaya tersebut, kata dia, membutuhkan dukungan masyarakat meski akan menghadapi tantangan.
Terkait penanganan karhutla, Muhadjir menyebut PP Muhammadiyah mendukung penuh langkah tegas pemerintah.
“Muhammadiyah mendukung penuh langkah-langkah pemerintah melalui aparat keamanan dalam hal ini kepolisian untuk menindak tegas para pelaku. Dan harus menggunakan prinsip zero tolerance,” tegasnya.

Muhadjir juga mengapresiasi PCM Sukolilo dan PRM Keputih yang dinilainya layak menjadi daerah Muhammadiyah istimewa karena amal usahanya setara tingkat daerah. Ia menyebut pembangunan gedung lantai 5 yang diresmikan tersebut diinisiasi selama 10 tahun sebagai bukti daya tahan kader.
“Kalau pelari bukan pelari sprinter, bukan pelari yang mengejar kecepatan, tetapi mengejar daya tahan, maraton. Sehingga Muhammadiyah bisa bertahan sampai 100 tahun lebih ini ya berkat karena kita disamping bekerja keras juga diiringi dengan kesabaran,” katanya.
Sementara itu, Ketua PRM Keputih Ahmad Naim berharap Milad ke-114 Muhammadiyah menjadi momentum kemajuan dan inovasi.
“Tentunya kita berharap mudah-mudahan pada milad Muhammadiyah yang ke-114 ini bukan hanya sekedar usia yang semakin tua, tapi berharap Muhammadiyah ke depan bisa lebih maju lagi, lebih berprestasi lagi,” ujarnya.
Ahmad Naim menambahkan, khususnya untuk Ranting Keputih, pihaknya berharap dapat terus menambah amal usaha yang lebih banyak lagi.
Teks: Bagus
Editor: Willian


